Technologue.idJakarta – Sebaran abu vulkanik akibat aktivitas gunung api dapat memengaruhi kualitas udara di wilayah sekitar. Selain mengganggu jarak pandang, partikel abu yang terbawa angin juga dapat masuk ke saluran pernapasan.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat dapat memanfaatkan sejumlah aplikasi dan layanan digital untuk memantau kualitas udara secara lebih mudah melalui ponsel. Salah satunya adalah IQAir AirVisual, yang menyediakan informasi kualitas udara secara real-time, prakiraan kualitas udara, serta peringatan ketika kondisi udara memburuk.

1. IQAir AirVisual

IQAir AirVisual dapat menjadi salah satu pilihan untuk melihat kondisi kualitas udara di sekitar lokasi pengguna. Aplikasi ini menampilkan sejumlah parameter polusi, termasuk PM2.5 dan PM10, serta indeks kualitas udara atau AQI.

PM2.5 merupakan partikel sangat kecil yang berukuran hingga 2,5 mikrometer. Sementara itu, PM10 merupakan partikel yang berukuran hingga 10 mikrometer. Keduanya dapat digunakan sebagai indikator untuk melihat keberadaan partikulat di udara.

AirVisual juga menyediakan data kualitas udara secara real-time, data historis, prakiraan hingga beberapa hari, serta notifikasi ketika kualitas udara mencapai kondisi yang perlu diperhatikan.

Saat terjadi sebaran abu vulkanik, masyarakat dapat menggunakan aplikasi tersebut untuk melihat perubahan konsentrasi partikulat di wilayahnya. Jika angka partikulat meningkat dan kualitas udara masuk kategori tidak sehat, aktivitas di luar ruangan dapat dikurangi.

Namun, perlu dipahami bahwa angka PM2.5 atau AQI dari aplikasi tidak secara otomatis berarti seluruh partikulat tersebut berasal dari abu vulkanik. Polusi kendaraan, asap, debu, maupun sumber lainnya juga dapat memengaruhi angka kualitas udara.

2. Pantau PM2.5 melalui BMKG

Selain aplikasi pihak ketiga, masyarakat juga dapat menggunakan layanan resmi BMKG untuk melihat kondisi PM2.5 di berbagai wilayah Indonesia.

BMKG menyediakan informasi konsentrasi PM2.5 yang diperbarui secara berkala. Data tersebut dikelompokkan dalam beberapa kategori, mulai dari baik, sedang, tidak sehat, sangat tidak sehat, hingga berbahaya.

BMKG juga menyediakan layanan pemantauan PM2.5 secara real-time berbasis observasi serta prediksi spasial konsentrasi PM2.5.

Masyarakat bisa menggunakan informasi tersebut untuk mengetahui apakah konsentrasi partikulat di wilayahnya sedang meningkat.

Untuk informasi cuaca dan peringatan terkait kondisi atmosfer, masyarakat juga dapat menggunakan aplikasi resmi Info BMKG yang tersedia untuk Android dan iOS.