Jakarta – Trik mengaktifkan Mode Pesawat saat mengisi daya ponsel sudah lama beredar di kalangan pengguna. Banyak yang meyakini cara ini mampu mempercepat pengisian baterai secara signifikan. Namun, benarkah klaim tersebut atau hanya sekadar mitos belaka?
Berdasarkan serangkaian pengujian yang dilakukan oleh media teknologi terkemuka, langkah ini memang terbukti dapat memangkas waktu pengisian baterai. Namun, manfaat yang didapat ternyata tidak sebesar yang dibayangkan banyak orang. Artikel ini akan mengupas tuntas fakta di balik trik populer tersebut.
Fungsi utama Mode Pesawat sebenarnya dirancang untuk mematuhi aturan penerbangan. Begitu fitur ini diaktifkan, ponsel akan otomatis memutuskan koneksi jaringan seluler. Pada mayoritas perangkat, koneksi Wi-Fi dan Bluetooth juga ikut mati atau berhenti beroperasi.
Di saat bersamaan, beban kerja sistem di latar belakang—seperti sinkronisasi data, pengecekan email masuk, hingga pembaruan aplikasi—berkurang secara signifikan. Karena daya yang terpakai untuk menjalankan fungsi nirkabel berkurang, mayoritas arus listrik dari pengisi daya dapat terfokus untuk mengisi sel baterai.
Dua media teknologi ternama, CNET dan SlashGear, pernah melakukan pengujian mendalam untuk mengukur efektivitas trik ini. Hasilnya cukup mengejutkan: peningkatan kecepatan pengisian daya ternyata tidak terlalu signifikan.
Waktu pengisian hanya berkurang sekitar 4 hingga 11 menit, baik pada ponsel model lama maupun perangkat keluaran terbaru. Dengan kata lain, Mode Pesawat tidak bisa menyulap ponsel yang butuh waktu isi daya satu jam menjadi hanya belasan menit.
Bagi ponsel modern yang sudah mendukung teknologi pengisian cepat (fast charging) 45 Watt atau 65 Watt, perbedaan waktunya bahkan makin sulit dirasakan. Efisiensi sistem manajemen daya pada perangkat terbaru membuat trik ini semakin tidak relevan.
Baca Juga:
Kerugian terbesar dari trik ini adalah ponsel Anda praktis terisolasi dari dunia luar selama proses pengisian daya. Selain aktivitas luring, perangkat tidak akan bisa menerima panggilan telepon, pesan singkat, maupun notifikasi aplikasi.
Dampaknya, Anda berisiko melewatkan panggilan darurat dari keluarga, pesan penting pekerjaan, hingga kode verifikasi (OTP). Bagi sebagian besar orang, memangkas waktu pengisian daya beberapa menit tidak sepadan dengan risiko terputusnya komunikasi.
Para pakar menyarankan beberapa cara lain yang jauh lebih efektif untuk mempercepat pengisian daya. Pertama, pastikan menggunakan adaptor dan kabel yang sesuai dengan daya maksimal yang didukung oleh ponsel. Kedua, jaga ponsel tetap dingin selama proses pengisian.
Dalam serangkaian pengujian, beberapa ponsel tetap terisi lambat meski Mode Pesawat sudah aktif. Penyebab utamanya adalah suhu ruangan yang mencapai 32–33°C. Suhu panas membuat sistem ponsel otomatis menurunkan daya masuk demi melindungi kesehatan baterai.
Pengisian daya baru berjalan maksimal setelah dilakukan di ruangan yang sejuk. Hal ini membuktikan bahwa faktor suhu memiliki pengaruh jauh lebih besar dibanding sekadar menyalakan Mode Pesawat. Menghindari penggunaan ponsel untuk bermain gim atau menonton video saat dicas juga sangat membantu.
Aktivitas berat membuat layar dan prosesor menguras banyak daya serta menimbulkan panas berlebih. Jika Anda penasaran dengan perkembangan teknologi penerbangan, Anda juga bisa membaca artikel tentang kecelakaan pesawat yang melibatkan tokoh industri game.
Mengaktifkan Mode Pesawat saat mengisi daya adalah pilihan yang masuk akal jika Anda sedang berada di rumah pada malam hari. Atau saat Anda sedang tidak menunggu pesan atau panggilan penting. Sebaliknya, jika Anda dalam jam kerja, membiarkan ponsel terhubung secara normal adalah keputusan yang lebih bijak.
Untuk informasi lebih lanjut tentang inovasi di dunia penerbangan, simak berita tentang penarikan pesawat Airbus akibat risiko radiasi. Atau baca kisah inspiratif Kartini Modern Indonesia yang memimpin proyek penting di Boeing.