Technologue.id, Jakarta – Apple tengah menyiapkan pembaruan perangkat lunak untuk mengatasi bug serius pada iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max yang dapat membuat perangkat membeku kemudian melakukan restart. Masalah tersebut berkaitan dengan kegagalan autentikasi Face ID dalam kondisi tertentu. Apple telah mengonfirmasi kepada 9to5Mac bahwa perbaikannya sedang dikembangkan dan ditargetkan tersedia pada awal pekan depan. Belum semua pengguna mengalami masalah ini, tetapi sejumlah laporan telah muncul setelah kedua ponsel mulai dipasarkan pada 18 September 2026.
Bug dapat muncul ketika Face ID gagal memverifikasi pengguna saat membuka aplikasi yang dilindungi biometrik, seperti Passwords, tab privat Safari, atau aplikasi lain yang dikunci. Pengujian 9to5Mac berhasil mereproduksi masalah dengan menggagalkan pemindaian wajah pertama, kemudian memilih opsi Try Face ID Again. Dalam kondisi terdampak, layar berhenti merespons sentuhan selama beberapa detik sebelum sistem mengalami panic dan melakukan reboot menuju layar kunci. Catatan panic setelah kejadian juga dapat ditemukan melalui bagian analitik iPhone.
Baca Juga: Xiaomi 18 Pro dan Pro Max Segera Meluncur, Fitur Privasi Jadi Senjata Baru

Masalah ini menarik perhatian karena iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max membawa rancangan Face ID baru. Apple memindahkan kamera inframerah ke bawah layar di dekat area jam pada status bar, sehingga bagian Dynamic Island yang terlihat dapat diperkecil sekitar 25 persen. Meski demikian, belum ada bukti bahwa perubahan perangkat keras tersebut merupakan penyebab bug. Konfirmasi bahwa perbaikan akan diberikan melalui pembaruan perangkat lunak justru menunjukkan pengguna tidak perlu buru-buru menganggap perangkat mereka mengalami kerusakan hardware.
Apple sendiri sedang menguji iOS 27.0.1, pembaruan minor pertama setelah iOS 27 dirilis pada 14 September. Berdasarkan lalu lintas web yang terdeteksi 9to5Mac, versi tersebut diperkirakan berfokus pada perbaikan bug dan peningkatan stabilitas, meski Apple belum memastikan bahwa patch Face ID akan memakai nomor versi 27.0.1. Di luar seri Pro, laporan sebelumnya juga menunjukkan adanya bug iOS 27 lain yang dapat memicu reboot pada model iPhone tertentu, sehingga pembaruan berikutnya berpotensi membawa beberapa perbaikan sekaligus.
Baca Juga: vivo V80 Siap Gebrak Pasar, Bawa OLED 144 Hz dan Charging 90W

iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max diperkenalkan pada 9 September dengan chip A20 Pro, iOS 27, kamera utama Fusion 48 MP berteknologi variable aperture, serta kamera Ultra Wide dan Telephoto 48 MP. Keduanya memakai layar 120 Hz berukuran masing-masing 6,3 inci dan 6,9 inci, sementara penyimpanan tersedia mulai 256 GB, 512 GB, 1 TB hingga 2 TB. Apple menawarkan warna Black, Silver, Glacier, dan Burgundy, menggunakan rangka aluminium dengan kandungan aluminium daur ulang 85 persen. Daya tahan video mencapai 36 jam pada Pro dan 45 jam pada Pro Max untuk model eSIM-only, dengan pengisian hingga 50 persen sekitar 15 menit menggunakan adaptor kompatibel.
Di Amerika Serikat, harga iPhone 18 Pro dimulai US$1.199 (sekitar Rp21,5 jutaan), sedangkan iPhone 18 Pro Max mulai US$1.299 (sekitar Rp23,3 jutaan) sebelum pajak dan biaya lainnya. Seluruh lini menggunakan A20 Pro dengan CPU enam inti dan GPU tujuh inti serta sistem pendinginan vapor chamber generasi baru. Dibanding iPhone 17 Pro, generasi terbaru menonjolkan kamera utama dengan bukaan variabel, Dynamic Island lebih kecil, peningkatan performa dan baterai, serta kontrol kamera Pro yang lebih lengkap. Apple menyasar pengguna premium, fotografer, videografer, dan kreator yang membutuhkan performa tinggi dalam ekosistem iOS.
Indonesia belum tercantum dalam daftar lebih dari 65 negara dan wilayah gelombang pertama yang menerima iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max, sehingga harga serta jadwal penjualan resminya di Tanah Air belum diumumkan Apple. Bug Face ID ini juga belum bisa disebut sebagai masalah seluruh unit karena hanya sebagian pengguna yang melaporkannya. Apple bahkan menyatakan solusi perangkat lunak sedang disiapkan, sehingga penggantian perangkat bukan langkah yang otomatis diperlukan. Kasus tersebut sekaligus menjadi ujian awal bagi iOS 27 dan lini flagship terbaru Apple di tengah besarnya perhatian pasar global terhadap generasi iPhone Pro tahun ini.