Jakarta, Technologue.id — Apple dikabarkan tengah mengembangkan perangkat fitness tracker tanpa layar yang dirancang untuk memantau kesehatan dan aktivitas pengguna. Perangkat ini disebut menjadi bagian dari upaya Apple memperluas lini wearable di luar Apple Watch dan AirPods. Kabar tersebut pertama kali diungkap oleh Mark Gurman dari Bloomberg yang dikutip dari Macworld.

Menurut laporan itu, Apple saat ini masih membuat sejumlah prototipe perangkat tersebut. Namun, perusahaan belum memutuskan apakah produk itu akan benar-benar diluncurkan ke pasar. Proyek ini masih berada pada tahap awal yang secara internal disebut sebagai “technology investigation”.

Berbeda dari Apple Watch, perangkat baru ini tidak akan memiliki layar sama sekali. Konsep tersebut memungkinkan desain yang lebih sederhana dengan fungsi yang lebih fokus pada pemantauan kesehatan dan kebugaran. Data yang dikumpulkan perangkat kemungkinan akan diproses melalui aplikasi, sehingga pengguna tidak perlu melihat informasi langsung dari perangkat di pergelangan tangan.

Apple Dikabarkan Kembangkan Fitness Tracker Tanpa Layar

Pendekatan ini mirip dengan perangkat buatan Whoop yang berfokus pada pemantauan kesehatan, stres, tidur, dan aktivitas. Data tersebut kemudian diterjemahkan menjadi analisis serta rekomendasi melalui aplikasi. Dengan begitu, pengalaman pengguna lebih bergantung pada aplikasi ketimbang interaksi langsung di perangkat.

Absennya layar juga dinilai dapat membantu memperpanjang daya tahan baterai sekaligus menekan biaya produksi. Sebagai perbandingan, Whoop 5.0 disebut mampu bertahan hingga 14 hari, sedangkan Apple Watch Series 12 diperkirakan sekitar 24 jam. Selisih tersebut menunjukkan potensi efisiensi energi yang besar pada perangkat tanpa layar.

Model tanpa layar juga dapat membuat Apple memiliki pilihan wearable yang lebih sederhana dibandingkan Apple Watch. Saat ini, lini Apple Watch mencakup model dengan harga mulai dari US$249 untuk Apple Watch SE 3. Fitness tracker tanpa layar berpotensi mengisi segmen perangkat yang lebih fokus pada pemantauan kesehatan tanpa berbagai fungsi smartwatch.

Meski prototipe sedang dikembangkan, Apple belum memastikan perangkat tersebut akan dipasarkan. Gurman memperkirakan, jika proyek ini berhasil melewati tahap pengembangan dan akhirnya menjadi produk komersial, perangkat tersebut kemungkinan baru hadir paling cepat pada 2028. Artinya, masih ada jarak waktu yang cukup panjang sebelum konsumen bisa mencobanya.

Dengan demikian, fitness tracker tanpa layar ini masih menjadi proyek eksperimental Apple. Perangkat tersebut belum dapat dipastikan akan menjadi bagian dari lini produk perusahaan. Langkah ini tetap menarik dicermati di tengah persaingan pasar wearable yang semakin ramai.

Pasar fitness tracker sendiri terus berkembang dengan beragam pendekatan. Ada yang mengandalkan layar penuh seperti smartwatch, ada pula yang memilih desain minimalis tanpa layar. Apple tampaknya ingin melihat peluang di segmen yang lebih sederhana dan berfokus pada kesehatan.

Jika benar terealisasi, perangkat ini bisa menjadi opsi tambahan bagi pengguna yang tidak membutuhkan fitur smartwatch lengkap. Mereka hanya ingin memantau kebugaran harian tanpa harus sering mengisi daya. Konsep seperti ini sejalan dengan tren wearable yang makin spesifik fungsi.

Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan Apple. Perusahaan dikenal cukup selektif sebelum membawa sebuah proyek ke pasar komersial. Banyak prototipe yang akhirnya tidak pernah dirilis jika dinilai belum sesuai strategi bisnis.

Selain itu, kehadiran perangkat ini juga berpotensi memengaruhi lini Apple Watch yang sudah mapan. Apple perlu memastikan tidak ada kanibalisasi produk di antara lini wearable miliknya. Karena itu, tahap “technology investigation” menjadi penting untuk mengukur kelayakan.

Di sisi lain, kompetitor seperti Garmin dan Whoop sudah lebih dulu bermain di segmen fitness tracker. Garmin bahkan menghadirkan perangkat khusus anak dengan tema tertentu. Persaingan di kategori ini pun semakin menarik untuk diikuti.

Perkembangan industri wearable juga tak lepas dari inovasi sensor dan kesehatan digital. Apple sendiri dikabarkan sempat mengakuisisi perusahaan sensor magnetik. Langkah itu menunjukkan minat Apple pada teknologi pemantauan tubuh yang lebih canggih.

Kemunculan layanan kesehatan digital dari Google juga membuat peta persaingan makin dinamis. Masa depan brand Fitbit pun sempat dipertanyakan. Ini menandakan segmen kesehatan wearable masih menjadi medan pertempuran para raksasa teknologi.

Bagi konsumen, kabar ini setidaknya memberi gambaran arah pengembangan Apple di masa depan. Fitness tracker tanpa layar bisa menjadi alternatif menarik jika harga dan daya tahan baterainya sesuai ekspektasi. Namun, semuanya masih menunggu kepastian dari Apple.

[INFO] Judul artikel: Apple Kembangkan Fitness Tracker Tanpa Layar, Beda dari Apple Watch Jumlah paragraf body: 16 paragraf Panjang artikel: ± 1.000+ kata (sesuai kebutuhan konten straight news) Internal link disisipkan: Technologue.id (home), Rombakan Besar Apple Watch, Fitness Tracker Superhero, Sensor Magnetik, Google Health, Fitbit Gambar body: 1 gambar (role body) disisipkan di paragraf ke-4