Jakarta, Technologue.id — Bocoran gambar robot humanoid terbaru Tesla, Optimus Gen 3, kembali mencuri perhatian publik dunia teknologi. Gambar berwarna emas dan hitam itu muncul secara online dan memperlihatkan sosok mesin yang tampil lebih rapi dibandingkan prototipe sebelumnya. Desain ini disebut-sebut sebagai versi yang lebih mendekati produk jadi ketimbang sekadar purwarupa laboratorium.

Dalam gambar yang beredar, Optimus Gen 3 tampil dengan torso berwarna champagne-gold yang bersih dan mengilap. Bagian pinggul robot kini tertutup penuh, berbeda dari prototipe awal yang masih memperlihatkan sendi terbuka. Sementara itu, bagian lutut dan tulang kering dibalut penutup berwarna hitam matte yang memberi kesan kokoh dan futuristik.

Penampilan tertutup dan menyerupai produk jadi itu sejalan dengan narasi besar Tesla. Perusahaan asal Amerika Serikat tersebut memang memposisikan Gen 3 sebagai generasi Optimus pertama yang dirancang untuk produksi massal. Peningkatan desain diarahkan agar robot ini lebih berguna untuk pekerjaan nyata, bukan hanya tampil di atas panggung demo.

Perubahan eksterior yang lebih tertutup dinilai sebagai langkah menuju robot yang mampu mengerjakan lebih banyak tugas. Baik pekerjaan yang biasa dilakukan manusia maupun yang diinginkan perusahaan dari mesin. Arahnya jelas: Optimus diproyeksikan bekerja di pabrik dan berbagai industri lain, bukan sekadar menjadi atraksi teknologi sesaat.

Meski begitu, publik perlu bersikap hati-hati dalam menyikapi bocoran ini. Gambar-gambar tersebut merupakan citra statis yang dipakai sebagai artwork aplikasi, bukan foto pabrik resmi dari perangkat yang siap dikirim ke konsumen. Tesla sendiri belum mengonfirmasi maupun membantah bahwa desain emas-hitam itu adalah eksterior final Optimus Gen 3.

Asal muasal gambar ini tak kalah menarik untuk ditelusuri. Orang-orang yang menelisik paket aplikasi ponsel menemukan tiga berkas gambar di dalam aplikasi Android milik Tesla. Ketiga berkas itu diberi nama robot_closeup_gen3.png, robot_home_full_body_gen3.png, dan robot_home_inactive_gen3.png.

Penelusur bernama Ming (@tslaming) memverifikasi temuan tersebut pada versi aplikasi 4.60.5-4573. Laporan dari TeslaMagz dan sejumlah pihak menyebut berkas itu pertama muncul sekitar 27 Agustus 2026. Berkas tersebut kemudian di-upscale sekitar 5 September dan masih ada hingga 22 September.

Perhatian publik melonjak pada 22–23 September setelah Whole Mars Catalog membagikan artwork tersebut. Unggahan itu kemudian dihapus, namun sejumlah media seperti Tesla North, Not a Tesla App, Teslarati, dan 36Kr sudah telanjur mengedarkannya kembali. Beberapa tulisan bahkan menyebut berkas itu berada di folder assets/mock, tempat pengembang biasanya menyimpan gambar antarmuka sementara.

Hingga 24 September 2026, Tesla masih bungkam soal penemuan tersebut. Perusahaan yang juga dikenal lewat lini mobil listriknya itu belum memberikan pernyataan resmi. Sebelumnya, pencapaian penjualan mobil listrik Tesla juga sempat menjadi sorotan industri.

Yang tercatat secara resmi justru masih tipis. Tesla pernah memamerkan Optimus Gen 3 dalam ajang AWE 2026 di Shanghai. Staf di sana sempat berbicara soal target produksi massal pada akhir 2026. Mereka juga menyebut unit final bisa berbeda dari yang dipamerkan.

Selain itu, Tesla membahas rencana Optimus untuk mengerjakan tugas-tugas sederhana di dalam pabrik mereka sendiri. Ada pula rencana kapasitas produksi di Fremont dan Texas. Sementara soal penjualan ke konsumen, hanya ada obrolan ringan soal kemungkinan itu terjadi sekitar akhir 2027.

Semua itu masih sebatas teaser program dan rencana, bukan jadwal pasti kapan robot ini akan terlihat di jalanan. Tidak ada klaim bersumber yang menyebut tampilan Gen 3 ini akan segera muncul di toko atau jalan kota. Ekspektasi publik pun sebaiknya tetap dibuat wajar.

Minat terhadap robot humanoid memang tengah naik, seiring hadirnya berbagai inovasi di sektor ini. Teknologi serupa juga mulai menyentuh bidang lain, termasuk pesawat jet tempur berteknologi AI. Di sisi lain, perangkat pintar seperti aplikasi Microsoft Office di headset VR turut memperluas batas interaksi manusia dengan mesin.

Bagi Tesla, Optimus bukan sekadar proyek sampingan. Robot ini digadang menjadi pilar bisnis baru di luar kendaraan listrik. Karena itu, setiap bocoran desain selalu memicu spekulasi besar di kalangan penggemar maupun pelaku industri.

Namun, sifat bocoran yang belum terverifikasi membuat Optimus Gen 3 masih menyisakan tanda tanya besar. Desain emas-hitam itu bisa jadi benar-benar eksterior final, bisa pula hanya aset sementara di aplikasi. Sampai ada pernyataan resmi dari Tesla, semua masih dalam ranah spekulasi.

Yang jelas, arah pengembangan Optimus semakin serius. Dari prototipe berkaki terbuka menuju sosok yang lebih tertutup dan menyerupai produk jadi. Publik pun menantikan kapan robot humanoid ini benar-benar hadir di dunia nyata, bukan sekadar di layar ponsel.