Jakarta — Burson, agensi komunikasi global yang berfokus pada penciptaan nilai melalui reputasi, resmi mengakuisisi Limbik Inc. Perusahaan AI kognitif ini merupakan pengembang utama platform predictive intelligence bernama Decipher. Platform tersebut mampu memprediksi relevansi komunikasi brand terhadap audiens di lebih dari 60 negara.

Langkah strategis ini mencerminkan komitmen Burson untuk terus mengandalkan teknologi AI dalam membantu klien menjaga reputasi dan kepercayaan pemangku kepentingan. Di tengah arus informasi yang semakin cepat, kemampuan memprediksi dampak komunikasi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi bagi perusahaan global.

Kabar akuisisi ini menambah daftar panjang konsolidasi di industri teknologi dan komunikasi. Sebelumnya, Google juga berniat mengakuisisi perusahaan keamanan siber dengan nilai fantastis, menunjukkan tren pertumbuhan melalui akuisisi di sektor teknologi.

Limbik dan Burson sebenarnya telah menjalin kolaborasi selama dua tahun terakhir dalam mengembangkan kekayaan intelektual Decipher. Kerja sama ini menjadikan Burson salah satu pionir dalam audience intelligence berbasis AI. Teknologi Decipher menjadi bagian dari rangkaian produk Burson yang mencakup Sonar, Reputation Capital, dan The Fount.

Setelah akuisisi rampung, seluruh kapabilitas AI kognitif, tim engineering, dan tim riset AI milik Limbik akan sepenuhnya bergabung dengan Burson. Integrasi ini akan mendorong pengembangan rangkaian produk inovatif Burson sekaligus memaksimalkan pemanfaatan Decipher di jaringan WPP melalui platform WPP Open.

Corey duBrowa, CEO Burson, menegaskan bahwa Decipher telah menjadi bagian fundamental dalam membantu klien membangun dan menjaga nilai reputasi secara real time. "Dengan membawa tim dan teknologi Limbik ke dalam Burson, kami dapat mengembangkan solusi untuk klien dengan lebih cepat dan memiliki kendali penuh atas arah pengembangan teknologi kami di masa depan," ujarnya.

duBrowa menambahkan bahwa inovasi ini bukan lagi layanan tambahan, melainkan fondasi dari setiap pekerjaan yang dilakukan untuk klien. "Kami dapat memberikan jawaban, penilaian, serta prediksi terhadap peluang dan risiko dengan lebih cepat dan tajam," jelasnya. Semua ini bisa langsung dimanfaatkan oleh klien di mana pun mereka berada.

Teknologi Decipher bekerja dengan memprediksi persepsi audiens terhadap komunikasi brand melalui dua indikator utama. Indikator tersebut adalah tingkat virality dan believability dari sebuah pesan untuk menilai dampaknya sebelum disampaikan ke publik. Teknologi ini menjadi mesin prediktif di balik ekosistem solusi berbasis AI milik Burson.

Ekosistem tersebut mendukung berbagai kapabilitas Burson, termasuk pada layanan GEO, Reputation Capital, Culture Up, maupun strategi influencer. Dengan kemampuan prediktif ini, klien dapat mengukur potensi keberhasilan pesan mereka sebelum kampanye diluncurkan secara luas ke pasar.

Dua co-founder Limbik, Zach Schwitzky dan Josh Levin, ikut bergabung dengan Burson pasca-akuisisi. Schwitzky akan menjabat sebagai Global Head of Innovation, AI Platforms and Products, sementara Levin menjadi Global Head of Innovation, Clients & Growth. Keduanya akan melapor langsung ke Chad Latz, Global Chief Innovation Officer.

Seluruh tim Limbik juga akan bergabung dengan tim Innovation di Burson untuk membangun dan mengembangkan konsultasi serta produk berbasis AI di seluruh perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa akuisisi tidak hanya membawa teknologi, tetapi juga sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya.

Zach Schwitzky menyatakan keyakinannya terhadap masa depan kolaborasi ini. "Saat para pelaku industri berupaya menerka respons audiens, kami membuat AI kognitif yang mengetahuinya," ujarnya. Menurut Schwitzky, Burson tidak hanya menawarkan alat bantu, tetapi mengaktifkan model yang menggambarkan cara audiens di seluruh dunia merespons informasi.

Fenomena akuisisi perusahaan AI memang semakin marak belakangan ini. Apple bahkan menggugat OpenAI atas dugaan pencurian rahasia dagang, menunjukkan betapa ketatnya persaingan di industri kecerdasan buatan. Sementara itu, Warner Bros. Discovery justru tersandung gugatan terkait langkah akuisisinya.

duBrowa menegaskan bahwa melalui akuisisi ini, Burson terus membangun tim inovasi yang kuat untuk menghasilkan, menguji, dan mengintegrasikan produk AI baru ke dalam setiap pekerjaan komunikasi maupun kreatif. "Inilah cara kami menetapkan arah kemajuan bagi industri," tegasnya. Burson berkomitmen memandu dan menentukan perubahan cara berkomunikasi di era AI.

Langkah Burson mengakuisisi Limbik menunjukkan bagaimana perusahaan komunikasi global beradaptasi dengan era kecerdasan buatan. Dengan teknologi prediktif yang dimiliki Decipher, Burson berupaya menetapkan standar baru dalam industri komunikasi dan reputasi di tingkat global.