Jakarta, Technologue.id — Meta resmi merilis Muse, AI agent pertamanya yang dirancang khusus untuk konsumen. Berbeda dari Meta AI yang berfungsi sebagai asisten percakapan, Muse mampu menjalankan tugas secara langsung atas nama pengguna. Kehadiran Muse menandai langkah baru Meta dalam mengembangkan teknologi agentic AI yang lebih mandiri.

Muse dapat menjelajah web, berbelanja online, mengisi formulir, merencanakan perjalanan, mengirim email, menjadwalkan agenda, hingga melakukan reservasi. AI agent ini juga dapat terhubung dengan layanan pihak ketiga seperti Google dan Spotify. Sederhananya, Meta AI membantu pengguna mendapatkan jawaban, sedangkan Muse mengambil langkah berikutnya dan mengerjakan tugas tersebut.

Karena kemampuannya menjalankan proses secara mandiri, Muse membutuhkan pengaturan izin dan akses yang lebih diperhatikan pengguna. Menurut Vice President of AI Products Meta, Vishal Shah, Muse bahkan dapat "membangun perangkat lunaknya sendiri". Kemampuan itu membuat Muse sanggup menangani tugas kompleks yang terdiri dari beberapa tahapan sekaligus.

Muse Bukan Sekadar Versi Baru Meta AI

Muse merupakan layanan terpisah dari aplikasi Meta AI yang sudah ada. Muse memiliki aplikasi khusus untuk iOS dan Android, serta tersedia melalui situs web. Perbedaan paling penting terletak pada cara keduanya bekerja. Meta AI berperan sebagai asisten percakapan, sementara Muse dikembangkan sebagai agentic AI yang dapat merencanakan dan menjalankan serangkaian tindakan.

Contohnya, pengguna dapat meminta bantuan AI untuk mencari pilihan penerbangan. Meta AI dapat membantu memberikan informasi atau rekomendasi. Muse dapat melangkah lebih jauh dengan mencari penerbangan sesuai kriteria, menemukan beberapa opsi, hingga membuat pelacak harga. Kemampuan tersebut membuat Muse lebih berguna untuk pekerjaan yang terdiri dari banyak langkah.

Namun, konsekuensinya juga lebih besar ketika AI melakukan kesalahan. Meta sendiri mengakui bahwa Muse bisa melakukan kesalahan dalam menjalankan tugas. Karena itu, pengguna disarankan tetap memantau setiap tindakan yang dilakukan AI agent ini. Meta Rilis Muse menjadi penanda era baru asisten digital yang lebih otonom.

Cara Memulai Menggunakan Muse

Pengguna tidak membutuhkan akun Facebook atau Instagram untuk menggunakan Muse, tetapi tetap membutuhkan akun Meta. Saat masuk melalui web, prosesnya cukup sederhana dengan memasukkan nomor telepon. Muse kemudian dapat langsung menghubungkan akun-akun yang relevan dengan kebutuhan pengguna.

Saat pertama kali digunakan, Muse akan meminta pengguna mengganti namanya. Pengguna juga bisa mengubah avatar AI agent tersebut. Nama dan avatar ini pada dasarnya tidak memengaruhi fungsi Muse. Pengaturan ini hanya berfungsi untuk memberikan identitas personal pada AI agent yang digunakan.

Cara Menggunakan Muse, AI Agent Baru Meta

Sebelum mulai memberikan berbagai tugas, ada baiknya memeriksa pengaturan privasi Muse terlebih dahulu. Salah satu pengaturan yang penting adalah pilihan untuk mengizinkan Meta menggunakan interaksi pengguna dengan Muse untuk melatih model AI. Pengaturan ini dapat ditemukan melalui Settings > Data Controls, kemudian menonaktifkan opsi "Help improve our AI models."

Mengapa Pengaturan Izin Muse Penting?

Karena Muse dapat melakukan tindakan secara langsung, pengguna perlu memperhatikan bagian Permissions. Pengaturan ini menentukan seberapa sering Muse harus meminta izin sebelum menjalankan suatu tindakan. Secara default, Meta mengatur Muse agar meminta izin untuk beberapa tindakan yang membutuhkan akses ke web maupun layanan pihak ketiga.

Meta mengatakan sistem pengaman internal Muse dirancang untuk meminta persetujuan ketika tindakan tersebut membutuhkan "consent". Untuk situasi yang dianggap lebih berisiko rendah, Muse dapat bertindak secara mandiri. Namun, pengaturan tersebut tetap membutuhkan kepercayaan terhadap kemampuan AI dalam menentukan apakah sebuah tindakan benar-benar berisiko rendah.

Mengingat Meta juga mengakui bahwa Muse bisa melakukan kesalahan, pengguna yang ingin lebih berhati-hati dapat mengubah pengaturan menjadi "Always Ask". Dengan pengaturan ini, Muse akan selalu meminta izin sebelum menjalankan tindakan apa pun. Langkah ini sejalan dengan prinsip memilih untuk tidak membagikan data sebagai langkah awal yang baik.

Hubungkan Aplikasi Pihak Ketiga dengan Muse

Muse tetap dapat digunakan tanpa menghubungkannya dengan layanan lain. Namun, kemampuan yang bisa dilakukan akan lebih terbatas. Daftar layanan yang dapat diakses Muse bisa dilihat melalui tab Connectors di menu Settings. Melalui koneksi inilah Muse dapat berinteraksi dengan layanan eksternal untuk menyelesaikan tugas pengguna.

Pengguna sebaiknya tetap berhati-hati ketika memberikan akses. Misalnya, menghubungkan Spotify atau OpenTable relatif memiliki risiko yang lebih mudah dikendalikan. Jika Muse membuat playlist yang tidak sesuai atau melakukan reservasi restoran yang salah, dampaknya masih relatif mudah diperbaiki oleh pengguna.

Untuk email, sebagian pengguna memilih membuat akun Gmail khusus yang hanya digunakan oleh AI agent. Dengan cara ini, Muse tetap dapat mengakses email tanpa harus terhubung langsung dengan kotak masuk utama. Jika layanan yang ingin digunakan tidak muncul dalam daftar Meta, masih ada kemungkinan layanan tersebut dapat dihubungkan. Meta mengatakan Muse dapat mengakses layanan apa pun yang memiliki public API.

Muse Bisa Melakukan Pembelian, tetapi Ada Risikonya

Jika ingin memberikan kemampuan kepada Muse untuk melakukan pembelian atas nama pengguna, kartu kredit harus dihubungkan melalui bagian Wallet pada Settings. Koneksi pembayaran tersebut menggunakan Stripe, sehingga Muse tidak mendapatkan akses langsung ke nomor kartu secara lengkap. Muse juga dirancang untuk melakukan konfirmasi sebelum pembelian dilakukan.

Meski demikian, Meta tetap mengingatkan adanya risiko ketika memberikan kemampuan tersebut kepada AI agent. Meta memperingatkan bahwa Muse dapat melakukan tindakan yang tidak terduga. Pengguna disarankan untuk tetap memantaunya dengan hati-hati, terutama saat Muse menjalankan tugas yang melibatkan transaksi finansial.

Bagi pengguna yang ingin merencanakan perjalanan bersama Muse, tersedia panduan Cara Liburan Tipis-tipis yang bisa menjadi referensi tambahan. Muse sendiri dapat membantu menyusun itinerary, mencari tiket, hingga mengatur reservasi selama perjalanan. Kombinasi kemampuan ini menjadikan Muse asisten digital yang cukup lengkap untuk kebutuhan sehari-hari.

Pengembangan Muse juga menunjukkan arah industri yang semakin mengadopsi agentic AI. Teknologi serupa mulai diterapkan di berbagai sektor, termasuk pelestarian budaya seperti Inovasi Virtual Experience di museum. Tren ini memperlihatkan bagaimana AI agent akan semakin terlibat dalam berbagai aspek kehidupan digital pengguna.

Dengan memahami pengaturan privasi, izin akses, dan koneksi pihak ketiga, pengguna dapat memanfaatkan Muse secara lebih aman dan optimal. Meta menekankan bahwa kontrol tetap berada di tangan pengguna selama mereka memahami setiap pengaturan yang tersedia.