Technologue.id, Jawa Barat — DBS Foundation melalui program Coding Camp telah menuntaskan pelatihan teknologi informasi yang menyasar kalangan pelajar untuk tahun 2026.

Mona Monika, Head of Group Strategic Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia menjelaskan bahwa program ini bertujuan tidak hanya menghasilkan talenta teknis di bidang IT, tetapi juga mempersiapkan peserta menghadapi dunia kerja secara menyeluruh.

"Sebagai Foundation, tujuan kita adalah anak-anak ini ready for workforce. Kita tidak hanya kasih (pelatihan) teknis saja, tetapi juga soft skill supaya mereka lebih mudah untuk diserap oleh industri," tutur Mona, dalam acara media visit ke SMK Wikrama, Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).

IMG 20260428 142221

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara DBS Foundation dan Dicoding yang diselenggarakan sejak tahun 2022. Sejak 2023, tercatat lebih dari 227.000 peserta dari seluruh Indonesia telah mendaftar. Coding Camp Powered by DBS Foundation diselenggarakan secara gratis dan terbuka bagi masyarakat dari Sabang hingga Merauke.

Sejak 2025, Coding Camp Powered by DBS Foundation berkembang menjadi pelatihan intensif dengan durasi hingga 900 jam pembelajaran. Dari ribuan pendaftar, dilakukan seleksi ketat hingga terpilih ratusan peserta terbaik.

Di tingkat SMK saja, terdapat sekitar 4.700 pelajar yang mendaftar, dengan 600 peserta terpilih mengikuti program intensif dari Januari hingga April. Salah satu sekolah yang berpartisipasi adalah SMK Wikrama Bogor.

Narenda Wicaksono, CEO Dicoding memaparkan bahwa SMK Wikrama Bogor ini tidak hanya menjadi salah satu kontributor pendaftar terbesar, tetapi juga menunjukkan tingkat kelulusan dan penerimaan yang jauh di atas rata-rata nasional.

"Secara nasional, tingkat penerimaan peserta Coding Camp untuk jenjang SMK berada di angka sekitar 13 persen. Artinya, hanya sekitar satu dari sepuluh pendaftar yang berhasil lolos seleksi. Namun, hasil berbeda ditunjukkan oleh SMK Wikrama Bogor. Dari setiap 10 pendaftar, sekitar 3 siswa berhasil lolos, atau setara dengan 30 persen tingkat penerimaan," ungkap Narendra.

Tingginya rasio ini menunjukkan kualitas kesiapan siswa Wikrama dalam menghadapi proses seleksi yang cukup ketat.

Tak hanya unggul dalam tahap seleksi, siswa Wikrama juga menunjukkan performa kuat selama program berlangsung. Coding Camp sendiri memiliki durasi pelatihan intensif hingga 4,5 bulan dengan total 800 jam pembelajaran.

Hasilnya, tingkat kelulusan (graduation rate) siswa Wikrama mencapai 81 persen, jauh melampaui rata-rata SMK lain yang berada di kisaran 68 persen.

Tingginya angka penerimaan dan kelulusan ini dinilai tidak lepas dari kualitas kurikulum serta ekosistem pembelajaran di SMK Wikrama Bogor. Kemampuan lulusan bahkan disebut telah setara dengan peserta dari segmen lain, termasuk mahasiswa dalam program serupa.

Hal ini menjadi salah satu alasan utama dipilihnya Wikrama sebagai lokasi kegiatan sekaligus contoh keberhasilan implementasi pendidikan vokasi berbasis teknologi.

"Kurikulum kita juga kita buka buat mahasiswa di segmen yang berbeda, tapi sama-sama Coding Camp. Tapi kemampuan graduate-nya anak-anak Wikrama itu sudah selevel. Itu yang kenapa kita semua ada di sini," ucapnya.

IMG 20260428 142420

Program ini menawarkan pelatihan dalam bidang Full-Stack Web Developer, Gen AI Engineer, Data Scientist, AI Engineer, serta mencakup soft skills dan literasi keuangan.

Selain itu ada juga program relawan People of Purpose. Para profesional dari DBS turut memberikan pelatihan tambahan seperti personal branding, teknik wawancara kerja, kemampuan bahasa Inggris, serta keterampilan komunikasi. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing lulusan.

Selain pelatihan, DBS Foundation juga menyediakan dukungan bagi social enterprise melalui program hibah. Inisiatif ini ditujukan bagi wirausahawan muda yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Dengan berbagai program tersebut, DBS Foundation berharap dapat membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan, untuk mendapatkan pendidikan, peluang, dan kehidupan yang lebih baik.