
Technologue.id, Jakarta - Menapaki tahun 2019, jaringan 5G di Indonesia mulai diharap-harapkan kehadirannya. Operator selular di Indonesia sudah mulai berlomba untuk mengembangkan layanan ini sebagai salah satu produk mereka. Vendor telekomunikasi Ericsson menyakini bahwa teknologi 5G ini akan membawa dampak yang signifikan untuk Indonesia. Nantinya, operator yang telah menyediakan jaringan 4G akan dapat bermigrasi ke jaringan 5G dengan lancar. Ericsson sendiri akan membuat proses switching ini berjalan mudah.
Baca Juga: Operator AS Singgung Dominasi Bisnis 5G Huawei
[caption id="attachment_48704" align="alignnone" width="706"]
Baca Juga: Bisnis Jaringan Terusik, Nokia Pecat 350 Karyawan
Setelah jaringan 5G beroperasi, Ia meramalkan lalu lintas data internet secara global akan naik sebesar 25 persen pada 2024 sebagai efek dari adopsi 5G. Artinya, peluang 5G untuk mendominasi teknologi komunikasi di dunia sangat besar. Walhasil, operator dapat memperoleh manfaat dengan tambahan pendapatan 30 persen dari peluang pasar. Jerry mengungkap pihaknya akan mengaktifkan 5G secara global pada tahun ini. Perusahaan asal Swedia itu telah mengumumkan kesepakatan komersial 5G dengan 18 pelanggan penyedia layanan, serta mengirimkan tiga juta perangkat radio 5G-ready ke pelanggan mereka di seluruh dunia. “Kami benar-benar mengaktifkan 5G di seluruh dunia pada tahun 2019,” ujarnya. Perusahaan juga meluncurkan jaringan 5G di seluruh dunia, mulai dari Amerika Serikat (AS), Eropa, Asia, dan Australia.