Technologue.id, Jakarta – Huawei bakal merilis jajaran smartwatch terbarunya, yaitu Watch GT 7 Pro, dengan sejumlah pembaruan, mulai dari desain premium, material yang digunakan, hingga fitur pemantauan kesehatan berbasis AI. Salah satu fitur yang menjadi perhatian adalah kemampuan melakukan skrining risiko penyakit jantung koroner.

Dari sisi desain, Huawei Watch GT 7 Pro mengusung bentuk octagonal yang membuatnya tampil berbeda dari smartwatch pada umumnya. Huawei ingin perangkat ini tidak hanya terlihat seperti jam pintar, tetapi juga memiliki tampilan layaknya jam tangan premium.

Untuk materialnya, Watch GT 7 Pro menggunakan nanotech ceramic bezel pada bagian bezel, dipadukan dengan sapphire glass pada layar. Penggunaan sapphire glass diklaim membuat layar lebih jernih sekaligus membantu visibilitas saat digunakan di luar ruangan.

Dengan tingkat kecerahan layar yang tinggi, pengguna tetap dapat melihat informasi pada layar ketika beraktivitas di bawah sinar matahari, termasuk saat bersepeda maupun mendaki gunung.

"Kaca Huawei Watch GT 7 Pro terbuat dari sapphire glass dan bisa menampilkan cahaya yang lebih jernih dan lebih brightness. Kalau misalnya dipakai buat aktivitas di outdoor, naik ke gunung atau mungkin aktivitas sepedaan di bawah matahari, layarnya tidak akan silau ataupun tidak akan tenggelam backlight dari cahaya matahari," ujar Edy Supartono, Senior Retail Manager Huawei Device Indonesia, dalam sesi Media Roundtable, Rabu (30/9/2026).

Edy menuturkan, bagian case menggunakan aerospace-grade titanium alloy dengan ketahanan air 5ATM serta sertifikasi IP69K.

Huawei juga membawa perubahan pada desain strap Watch GT 7 Pro. Perangkat ini menggunakan Huawei Easy Cross Strap dengan desain tuck-under. Desain tersebut membuat ujung strap tidak terlihat menjuntai keluar seperti pada strap jam tangan konvensional. Menurut Edy, desain ini dibuat agar lebih sederhana dan tidak mengganggu ketika smartwatch digunakan untuk berbagai aktivitas olahraga.

Watch GT 7 Pro tersedia dalam sejumlah pilihan warna, termasuk kuning, hijau, dan hitam. Masing-masing warna menyasar preferensi pengguna yang berbeda, mulai dari tampilan yang lebih mencolok hingga gaya yang lebih kalem.

Selain varian Pro, Huawei juga menghadirkan Watch GT 7 dalam beberapa pilihan ukuran dan material.

Untuk ukuran 46 mm, smartwatch tersedia dalam pilihan warna kuning, biru, dan hitam. Varian tersebut menggunakan 316L stainless steel case dan turut menggunakan desain Easy Cross Strap.

Sementara varian berukuran 41 mm tersedia dalam pilihan warna yang berbeda. Salah satu varian menggunakan material aluminium anodized yang dipadukan dengan stainless steel pada bagian tertentu.

Huawei juga menyediakan varian dengan bezel berbahan ceramic dan strap berbahan kulit. Dengan banyaknya pilihan ukuran, material, dan warna, pengguna dapat memilih perangkat sesuai kebutuhan dan gaya masing-masing.

Selain desain, salah satu fokus utama Huawei Watch GT 7 Series adalah fitur preventive health monitoring atau pemantauan kesehatan secara preventif.

Edy menyebut Watch GT 7 Pro membawa sistem pengelolaan kesehatan yang menggunakan teknologi pemantauan kesehatan tingkat medis. Salah satu fitur yang menjadi sorotan adalah Coronary Heart Disease Risk Study, yang dirancang untuk membantu pengguna memahami potensi risiko penyakit jantung koroner.

Penyakit jantung koroner terjadi ketika pembuluh darah yang memasok darah ke jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan. Sejumlah faktor dapat meningkatkan risikonya, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, obesitas, usia, serta faktor keturunan.

Masalahnya, tanda-tanda awal penyakit jantung koroner terkadang sulit dikenali karena gejalanya dapat dianggap sebagai keluhan biasa. Beberapa di antaranya adalah nyeri dada, sesak napas, nyeri pada bagian tubuh tertentu, kelelahan yang tidak biasa, keringat dingin, dan pusing.

Melalui fitur skrining tersebut, Huawei ingin membantu pengguna meningkatkan kesadaran terhadap kondisi kesehatan mereka. Namun, hasil dari smartwatch tetap perlu dipahami sebagai informasi pemantauan atau skrining dan bukan pengganti diagnosis dokter.

Fitur Coronary Heart Disease Risk Study pada Watch GT 7 Pro tidak langsung memberikan hasil setelah pengguna menekan tombol pemeriksaan.

Pengguna terlebih dahulu harus memberikan persetujuan melalui consent form. Setelah itu, sistem akan meminta sejumlah informasi melalui kuesioner, termasuk riwayat kesehatan keluarga dan kondisi yang dirasakan pengguna.

Setelah tahap tersebut, smartwatch akan melakukan pemantauan selama beberapa hari. Perangkat perlu digunakan secara rutin dalam aktivitas sehari-hari, termasuk ketika tidur.

Data yang dikumpulkan kemudian digunakan untuk menghasilkan evaluasi risiko. Hasilnya dibagi ke dalam beberapa kategori, yaitu low risk, medium risk, dan high risk.

Huawei menekankan bahwa fitur tersebut ditujukan sebagai sarana meningkatkan kesadaran pengguna terhadap kondisi kesehatan dan bukan sebagai alat diagnosis penyakit.

Selain skrining risiko jantung koroner, Watch GT 7 Pro juga membawa sejumlah fitur pemantauan kesehatan lainnya.

Beberapa di antaranya adalah ECG atau elektrokardiogram, analisis gelombang nadi, penilaian kekakuan arteri (arterial stiffness assessment), serta heart rate variability (HRV).

Pemantauan detak jantung juga dilakukan secara berkelanjutan. Sistem dapat melihat perubahan detak jantung pengguna dalam berbagai kondisi, termasuk saat beraktivitas maupun beristirahat.

"Fitur-fitur tersebut dapat digunakan secara terpisah sehingga pengguna dapat memantau aspek kesehatan tertentu sesuai kebutuhan," ungkapnya.

Fitur kesehatan pada Huawei Watch GT 7 Pro tidak hanya berfokus pada penyakit. Huawei juga membawa Health Insight untuk memberikan gambaran mengenai kesiapan tubuh pengguna dalam menjalani aktivitas.

Salah satu fitur di dalamnya adalah AI-powered Physical Readiness Score. Fitur ini menggunakan data aktivitas dan kondisi tubuh untuk menghasilkan skor kesiapan fisik.

Konsepnya sederhana. Jika skor menunjukkan tubuh sedang dalam kondisi siap, pengguna dapat mempertimbangkan aktivitas yang lebih berat. Sebaliknya, jika skor rendah, pengguna dapat memilih aktivitas yang lebih ringan dan memberikan waktu pemulihan yang cukup.

Untuk menghasilkan penilaian tersebut, sistem tidak hanya mengandalkan satu kali pengukuran. Watch perlu digunakan selama beberapa hari agar dapat mengumpulkan data mengenai aktivitas, tidur, kalori yang terbakar, jumlah langkah, serta kondisi tubuh ketika tidur.

Semakin rutin smartwatch digunakan, semakin banyak data yang dapat dianalisis oleh sistem untuk memberikan gambaran mengenai kondisi pengguna.

Huawei juga menyebut pemantauan pada malam hari dapat membantu melihat kualitas tidur serta indikasi tertentu, termasuk kemungkinan gangguan seperti sleep apnea.

Fitur kesiapan fisik tersebut juga ditujukan bagi pengguna yang aktif berolahraga. Pasalnya, latihan bukan satu-satunya faktor yang menentukan performa tubuh. Waktu istirahat dan pemulihan juga menjadi bagian penting.

Dengan melihat skor kesiapan fisik, pengguna dapat menyesuaikan intensitas latihan dengan kondisi tubuh pada hari tersebut. Tujuannya adalah menjaga keseimbangan antara aktivitas dan recovery.

Di sisi olahraga, pembaruan pada Watch GT 7 Series mencakup peningkatan pada positioning, analisis performa, serta dukungan untuk lebih banyak aktivitas outdoor. Watch GT 7 dan Watch GT 7 Pro sama-sama dilengkapi 100+ sports modes, AI-XDR Positioning, dan AI Workout Analysis.

Khusus versi Pro, kemampuan tersebut diperluas dengan Smart Golf Insights, 17.000+ golf course maps, trail running dengan Checkpoints dan ETA, Advanced Cycling Performance Insights, 3.000+ ski resort maps, diving hingga kedalaman 40 meter, serta pemantauan olahraga raket yang didukung third-party app seperti Goodshot, Tennix, dan Padel Point, sehingga pengguna dapat memantau beragam aktivitas sesuai rutinitas olahraga masing-masing.

Huawei Watch GT 7 Series juga tetap menghadirkan daya tahan baterai hingga 21 hari dan kompatibilitas penuh dengan smartphone Android dan iOS. Selain itu, Watch GT 7 Series mendukung pembayaran QR melalui LinkAja, sehingga pengguna bisa bertransaksi digital dengan lebih praktis dan cepat langsung dari pergelangan tangan.

Watch GT 7 Series resmi tersedia di Indonesia mulai 7 Oktober 2026. Informasi harga bakal diumumkan saat peluncuran.