Jakarta, Technologue.id — Lenovo memperluas portofolio infrastruktur dan layanan untuk membantu perusahaan memodernisasi lingkungan virtualisasi sekaligus menyiapkan fondasi teknologi bagi kebutuhan AI. Langkah ini menegaskan posisi Lenovo dalam menyediakan solusi menyeluruh bagi organisasi yang tengah bertransformasi digital. Portofolio terbaru Lenovo mencakup ThinkAgile VX850 V4, Lenovo Premier Deploy for Infrastructure, serta perluasan Lenovo Express Solutions.
Perluasan ini menyasar berbagai platform virtualisasi dan hybrid cloud yang banyak digunakan perusahaan modern. Lenovo menilai modernisasi infrastruktur menjadi prasyarat penting sebelum organisasi mengadopsi AI secara lebih luas. Dengan begitu, perusahaan dapat menjaga kesinambungan operasional sekaligus membuka peluang inovasi berbasis kecerdasan buatan.
“Organisasi kini berfokus pada modernisasi infrastruktur virtualisasi untuk meningkatkan efisiensi dan ketahanan, sekaligus mempertahankan fleksibilitas di tengah lanskap TI yang semakin kompleks,” ujar Scott Patti, Vice President, Infrastructure Solutions Group, Lenovo. Menurutnya, solusi tersebut dirancang untuk membantu pelanggan memodernisasi infrastruktur yang digunakan saat ini. Selain itu, fondasi yang dibangun dapat berkembang mengikuti kebutuhan AI di masa depan.
Pernyataan tersebut sejalan dengan tren industri yang menempatkan AI sebagai fondasi transformasi bisnis. Berbagai sektor mulai mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam proses operasional mereka. Integrasi AI pun menuntut infrastruktur yang tangguh dan fleksibel.
ThinkAgile VX850 V4 untuk Beban Kerja Berat
Lenovo ThinkAgile VX850 V4 ditujukan untuk lingkungan perusahaan dengan tingkat virtualisasi tinggi dan beban kerja intensif. Infrastruktur ini juga dirancang menangani kebutuhan pemrosesan dalam memori atau in-memory workloads. Kemampuan tersebut membuatnya relevan bagi perusahaan dengan tuntutan komputasi berat.
Infrastruktur ini mendukung data terstruktur maupun tidak terstruktur sehingga dapat digunakan untuk memodernisasi berbagai beban kerja penting perusahaan. Lenovo juga memosisikan VX850 V4 sebagai fondasi untuk aplikasi bisnis yang semakin terintegrasi dengan AI. Dengan demikian, perusahaan dapat menjalankan aplikasi kritis tanpa harus membangun ulang infrastruktur dari nol.
Kebutuhan akan performa tinggi pada beban kerja hyperconverged memang terus meningkat. Hal ini terlihat dari perkembangan prosesor yang mendukung lingkungan tersebut. Sebagai gambaran, Prosesor AMD EPYC generasi terbaru hadir untuk kebutuhan database hingga HPC komersial.
Tiga Pilihan Layanan Deployment
Lenovo menyediakan tiga pilihan dalam Infrastructure Deployment Services, yaitu Standard Deploy, Premier Deploy, dan Premier Deploy Plus. Ketiganya menawarkan instalasi perangkat keras oleh tenaga ahli dengan cakupan layanan yang disesuaikan. Penyesuaian itu mempertimbangkan kompleksitas proyek dan kebutuhan operasional pelanggan.
Premier Deploy dan Premier Deploy Plus menambahkan dukungan implementasi serta serah terima operasional. Sementara Premier Deploy Plus menyediakan dukungan pascadeployment yang lebih luas. Layanan ini juga mencakup asesmen kesehatan infrastruktur selama satu tahun, tidak termasuk DE Storage Array.
Pendekatan layanan berjenjang ini memberi perusahaan keleluasaan memilih tingkat dukungan sesuai kebutuhan. Perusahaan dengan tim TI terbatas dapat mengandalkan layanan yang lebih menyeluruh. Sebaliknya, organisasi dengan kemampuan internal mumpuni bisa memilih paket yang lebih ringkas.
Baca Juga:
Express Solutions Sederhanakan Modernisasi Virtualisasi
Lenovo juga memperluas Lenovo Express Solutions melalui program Lenovo Top Choice Express. Solusi ini menggunakan konfigurasi infrastruktur yang telah divalidasi bersama platform perangkat lunak dari mitra teknologi. Tujuannya adalah mengurangi kompleksitas integrasi dan mempercepat proses deployment.
Portofolio tersebut mencakup Microsoft Hyper-V Ready dan Windows Server untuk modernisasi lingkungan virtualisasi. Ada pula Red Hat OpenShift Virtualization untuk menjalankan mesin virtual dan aplikasi berbasis kontainer dalam satu platform. Selain itu, Microsoft Azure Local dengan Lenovo ThinkAgile MX V4 mendukung beban kerja virtualisasi, AI, dan cloud-native dalam lingkungan terdistribusi dan hybrid.
Lenovo turut menyertakan Lenovo ThinkSystem dengan Nutanix Compute Cluster untuk penskalaan komputasi secara independen dan fleksibilitas beban kerja. Terakhir, SUSE Virtualization di Lenovo ThinkSystem V4 mendukung mesin virtual dan kontainer. Rangkaian pilihan ini memberi perusahaan kebebasan menyesuaikan platform dengan ekosistem TI yang sudah berjalan.
Fleksibilitas semacam ini penting karena setiap industri memiliki kebutuhan berbeda. Sektor keuangan, misalnya, menuntut fondasi teknologi yang kuat. Hal serupa tergambar dari diskusi industri seperti AI di Sektor Keuangan yang menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur.
Infrastruktur Lenovo Disiapkan untuk Kebutuhan AI
Selain virtualisasi, Lenovo menyoroti ThinkSystem Storage dan ThinkAgile HCI untuk mendukung infrastruktur terdisagregasi. Keduanya juga berperan dalam perlindungan data serta beban kerja AI yang dapat diskalakan. Kombinasi ini memungkinkan perusahaan mengelola data dalam volume besar secara lebih terkendali.
Kapabilitas cyber resilience juga dirancang untuk membantu pemulihan dari serangan ransomware. Fitur ini turut mendukung perencanaan pemulihan dan menjaga kesinambungan operasional. Dengan ancaman siber yang semakin beragam, ketahanan infrastruktur menjadi kebutuhan mendasar.
Sementara itu, XClarity Controller 3 dan XClarity One menggunakan pendekatan pengelolaan berbasis standar. Pendekatan ini membantu pelanggan mengintegrasikan dan mengotomatisasi pengoperasian infrastruktur. Otomatisasi tersebut pada akhirnya meringankan beban tim TI dalam mengelola lingkungan yang kompleks.
Matt Eastwood, Senior Vice President, IDC’s Enterprise Infrastructure and Datacenter Group, mengatakan modernisasi tidak harus dilakukan dengan membangun infrastruktur dari awal. Menurutnya, kombinasi solusi virtualisasi, hybrid cloud, storage, pengelolaan infrastruktur, layanan deployment, dan mitra teknologi dapat membantu perusahaan melakukan modernisasi secara bertahap. Pendekatan itu sekaligus mempertahankan kendali atas data dan beban kerja mereka.
Dengan portofolio yang diperluas ini, Lenovo menawarkan jalur modernisasi bertahap bagi perusahaan. Organisasi dapat memulai dari virtualisasi, lalu berkembang ke hybrid cloud dan AI sesuai kesiapan masing-masing. Langkah tersebut menjadikan infrastruktur bukan sekadar biaya, melainkan fondasi pertumbuhan berbasis teknologi di masa depan.