Jakarta, Technologue.id - Komunitas Lovepink kembali mengajak perempuan Indonesia untuk lebih mengenali tubuh sendiri melalui gerakan Indonesia Goes Pink atau IGP 2026. Gerakan tahunan ini mendorong deteksi dini kanker payudara lewat kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan siapa saja. Bagi banyak perempuan, mengenali tubuh sebenarnya bukan hal baru, namun perhatian terhadap perubahan pada payudara sering terlewat dalam rutinitas harian.

Karena itu, Lovepink mengajak masyarakat membangun kebiasaan SADARI atau periksa payudara sendiri. Langkah sederhana ini membantu perempuan mengenali kondisi payudara yang normal bagi dirinya. Dengan begitu, perubahan kecil yang tidak biasa bisa segera disadari dan ditindaklanjuti.

Kanker Payudara Masih Jadi Ancaman Utama

Kanker payudara menjadi kanker yang paling banyak ditemukan pada perempuan Indonesia. Data GLOBOCAN 2022 mencatat 66.271 kasus baru kanker payudara di Tanah Air. Pada periode yang sama, kanker payudara menyebabkan 22.598 kematian di Indonesia.

Kementerian Kesehatan RI juga menyebut sekitar 70 persen kasus ditemukan pada stadium lanjut. Sementara itu, deteksi dini masih menghadapi tantangan besar. Sekitar 90 persen perempuan Indonesia disebut belum melakukan SADARI secara rutin.

Data tersebut menunjukkan pentingnya membangun kebiasaan sejak lebih muda. Deteksi dini juga tidak perlu menunggu munculnya keluhan tertentu. Pendekatan teknologi untuk deteksi dini kanker memang terus berkembang, seperti yang pernah dibahas dalam artikel soal Teknologi AI untuk kanker pankreas.

Temuan Kanker Payudara pada Usia Muda Meningkat

Program Cek Kesehatan Gratis atau CKG 2025 turut memberikan gambaran penting. Isu kesehatan payudara ternyata juga relevan bagi kelompok usia yang lebih muda. Dari jutaan peserta skrining, sebanyak 20.542 peserta mengalami kelainan pada payudara.

Kelompok usia 30–39 tahun memiliki proporsi temuan abnormal terbesar, yakni 33,7 persen. Dari seluruh temuan abnormal tersebut, 1.472 peserta atau 7,2 persen kemudian terdiagnosis kanker payudara. Angka tersebut memperkuat pentingnya perhatian terhadap kesehatan payudara sejak dini.

Peran teknologi dalam mendeteksi kanker payudara juga semakin diperhitungkan. Sejumlah riset bahkan menyoroti seberapa akurat Deteksi Kanker Payudara dengan bantuan AI dibandingkan pemeriksaan dokter.

SADARI Bisa Dimulai dari Kebiasaan Bulanan

Lovepink terus menggaungkan SADARI sebagai langkah sederhana untuk mengenali kondisi payudara. Kebiasaan ini juga membantu membangun body awareness atau kesadaran terhadap tubuh. Perempuan yang masih menstruasi dapat melakukan SADARI setiap bulan.

Waktu yang dianjurkan berada pada hari ketujuh hingga kesepuluh sejak menstruasi pertama. Sementara itu, perempuan menopause dapat menentukan tanggal tertentu setiap bulan. Laki-laki juga dapat melakukan pemeriksaan mandiri menggunakan pola yang sama.

Tujuan SADARI bukan membuat seseorang hidup dalam ketakutan. Sebaliknya, kebiasaan tersebut membantu mengenali perubahan yang terasa berbeda dari kondisi biasanya. Jika menemukan perubahan tidak biasa, jangan langsung menyimpulkan sebagai kanker. Segera konsultasikan temuan tersebut kepada dokter atau tenaga kesehatan.

Pesan Ketua Indonesia Goes Pink 2026

Ketua Indonesia Goes Pink 2026 sekaligus Ketua Yayasan Daya Dara Indonesia, Dede Gracia, menyampaikan pesan tersebut. Menurutnya, kepedulian terhadap kesehatan payudara tidak harus menunggu usia tertentu. Ia ingin perempuan lebih peka terhadap tubuhnya sendiri sejak muda.

“Kami ingin perempuan tidak lagi merasa bahwa kesehatan payudara adalah sesuatu yang baru perlu dipikirkan ketika sudah dewasa atau ketika muncul keluhan. Justru sejak muda, kita bisa mulai dengan mengenal tubuh sendiri,” ujar Dede Gracia.

Ia menambahkan, SADARI adalah langkah yang sangat sederhana, tetapi dari kebiasaan sederhana ini kita belajar untuk lebih peka terhadap perubahan dan tidak mengabaikannya. “Karena mengenal tubuh sendiri adalah salah satu bentuk kepedulian terhadap diri sendiri,” tegasnya.

Pesan serupa soal pentingnya kesadaran juga kerap muncul di berbagai kampanye publik. Misalnya, Bobobox pernah mengajak masyarakat untuk Sadari Pentingnya Lingkungan Berkelanjutan melalui gerakan kesadaran bersama.

Indonesia Goes Pink 2026 Hadir di Lima Kota

Memasuki Breast Cancer Awareness Month, komunitas Lovepink kembali menggelar Indonesia Goes Pink 2026. Tahun ini, rangkaiannya berlangsung di lima kota Indonesia. Kelima kota tersebut adalah Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Jember, dan Pekanbaru.

Setiap daerah mendapat dukungan dari komunitas Lovepink di wilayah masing-masing. IGP 2026 mengusung tema “Celebrate Strength, Embrace Gratitude”. Rangkaian pembuka akan berlangsung pada 4 Oktober 2026 di Plaza Indonesia, Jakarta.

Kesadaran yang dibangun komunitas ini sejalan dengan bagaimana platform digital lain menjaga penggunanya. Meta, misalnya, sempat menyusun strategi setelah Threads Sadari Bluesky sebagai ancaman kompetitor.

Lovepink Tak Hanya Bicara Awareness

Bagi komunitas Lovepink, awareness bukan sekadar mengetahui risiko kanker payudara. Kesadaran juga perlu diterjemahkan menjadi tindakan yang memberikan dampak nyata. Selama perjalanan gerakannya, Lovepink telah mendampingi lebih dari 18.000 breast cancer Warriors dan Survivors.

Kini, jaringan komunitas Lovepink telah tersebar di 12 kota Indonesia. Para Warriors dan Survivors bukan hanya penerima dukungan. Mereka juga menjadi sumber kekuatan bagi anggota komunitas lainnya.

Melalui komunitas, pengalaman pribadi bisa berubah menjadi ruang berbagi. Anggota juga dapat saling belajar, mendukung, dan menguatkan dalam menghadapi perjalanan masing-masing.

Gerakan 10.000 USG Payudara Gratis

Komunitas Lovepink juga mengajak masyarakat ikut memperluas akses pemeriksaan kesehatan. Salah satunya melalui Gerakan 10.000 USG Payudara Gratis. Program tersebut menyasar perempuan prasejahtera di berbagai wilayah Indonesia.

Sebagian donasi akan mendukung penyediaan 10.000 pemeriksaan USG payudara gratis. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari edukasi dan pre-screening. Program juga mendorong peserta menjalani pemeriksaan lanjutan jika tenaga kesehatan menemukan indikasi tertentu.

Sejak 2021, program pemeriksaan payudara gratis Lovepink telah menjangkau lebih dari 15.000 perempuan. Lovepink menjalankan program tersebut bersama rumah sakit, komunitas, tenaga kesehatan, dan berbagai pihak.

Pink Walk Jadi Bagian Indonesia Goes Pink 2026

Indonesia Goes Pink 2026 juga menghadirkan Pink Walk sepanjang dua kilometer. Kegiatan tersebut berlangsung di sekitar Plaza Indonesia, Jakarta, pada 4 Oktober 2026. Masyarakat dapat berjalan bersama sebagai simbol solidaritas.

Para Warriors dan Survivors juga menjadi bagian utama dalam perayaan tersebut. Rute Pink Walk dirancang dengan mempertimbangkan kenyamanan Warriors dan Survivors. Dengan begitu, mereka dapat mengikuti kegiatan secara lebih nyaman.

Selain Pink Walk, IGP 2026 menghadirkan berbagai kegiatan lainnya. Konsepnya memadukan edukasi kesehatan, wellness, community bonding, dan entertainment.

Dari SADARI Menuju Aksi Bersama

Indonesia Goes Pink 2026 ingin menjadikan kesadaran kesehatan payudara sebagai gerakan bersama. Langkah tersebut bisa dimulai dari kebiasaan yang sangat sederhana. Perempuan dapat mengenali kondisi payudaranya melalui SADARI.

Masyarakat juga bisa membantu menyebarkan edukasi atau mendukung para Warriors dan Survivors. Selain itu, masyarakat dapat ikut membuka akses pemeriksaan melalui donasi. Dengan cara tersebut, pengetahuan bisa berkembang menjadi aksi nyata.

Komunitas Lovepink ingin menghadirkan pesan yang lebih positif. Kepedulian terhadap kesehatan payudara dapat tumbuh melalui pengetahuan, keberanian, dukungan, dan kebersamaan. Indonesia Goes Pink 2026 pun tidak hanya menjadi agenda tahunan. Gerakan ini menjadi ruang untuk merayakan kekuatan, rasa syukur, harapan, serta perjalanan hidup bersama.