Technologue.id, Jakarta – OpenAI resmi memperkenalkan perangkat keras pertamanya untuk konsumen bernama Codex Micro. Alat ini merupakan sebuah keypad fisik yang dikembangkan bersama produsen keyboard mekanis Work Louder untuk mengendalikan fitur pengkodean berbasis agen AI milik OpenAI, yaitu Codex.

Secara desain, Codex Micro mengusung pendekatan minimalis khas produk Work Louder. Perangkat ini memiliki enam tombol utama dengan LED indikator yang dapat menampilkan status agen AI yang sedang berjalan di Codex. Selain itu, tersedia tombol tambahan yang dapat diprogram untuk berbagai tindakan, seperti menerima atau menolak kode, membuat percabangan thread, hingga mengaktifkan input suara.

Salah satu fitur menariknya adalah tombol putar (rotary knob) yang digunakan untuk mengatur tingkat penalaran atau reasoning level yang dipakai Codex. Perangkat ini juga dilengkapi joystick kecil untuk berpindah antar alur kerja atau workflow Codex dengan lebih cepat.

Seluruh tombol dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan pengguna, dan OpenAI serta Work Louder menyertakan beberapa keycap tambahan agar pengguna dapat membuat konfigurasi kontrol sendiri.

Peluncuran Codex Micro bertepatan dengan perubahan besar pada aplikasi Codex. OpenAI baru-baru ini menggabungkan kemampuan ChatGPT, Codex, dan alat produktivitas baru bernama ChatGPT Work ke dalam satu aplikasi terpadu yang disebut sebagai super app oleh perusahaan.

Meski seluruh fitur tersebut tetap dapat digunakan tanpa perangkat tambahan, Codex Micro ditujukan bagi pengguna intensif yang ingin mengakses berbagai fungsi AI dengan lebih cepat melalui kontrol fisik khusus.

Bagi developer software, keberadaan keypad seperti ini dapat mempercepat interaksi dengan agen AI, terutama saat melakukan tugas pengkodean berulang, meninjau hasil kerja AI, atau berpindah antar proyek tanpa harus terus-menerus menggunakan mouse dan keyboard utama.

Codex Micro menjadi proyek perangkat keras pertama OpenAI yang benar-benar tersedia untuk publik. Kehadirannya juga menunjukkan arah baru perusahaan yang mulai memperluas ekosistem AI tidak hanya melalui perangkat lunak, tetapi juga melalui perangkat fisik yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas pengguna.

Peluncuran ini relatif berjalan mulus dibanding proyek perangkat keras lain yang dikabarkan sedang disiapkan OpenAI. Speaker pintar rancangan tim Jony Ive disebut menghadapi tantangan hukum setelah Apple menggugat dua mantan karyawannya yang kini bekerja di OpenAI, yakni Tang Yew Tan dan Chang Liu, atas dugaan pencurian rahasia dagang. Keduanya sebelumnya merupakan bagian dari Apple.

Codex Micro dijual melalui situs OpenAI dan Work Louder dengan harga US$230. Work Louder menyatakan bahwa perangkat ini tersedia dalam jumlah terbatas.