Jakarta, Technologue.id — Oura sedang menjajaki kemungkinan memanfaatkan smart ring buatannya untuk mendeteksi pendarahan otak. Langkah ini dipicu usulan miliarder Bill Ackman yang menyebut fitur semacam itu bisa membantu putrinya.

Ackman, pendiri Pershing Square Capital Management, membagikan kisah bahwa putrinya yang berusia 26 tahun, Lucy, mengalami pendarahan otak pada Februari lalu. Data dari Oura Ring milik Lucy kemudian membantu menentukan kapan pendarahan itu terjadi, yakni berjam-jam sebelum ia ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Lucy sempat dibawa ke rumah sakit, didiagnosis, dan menjalani operasi darurat sekitar pukul 3 pagi. "Kemudian hari itu, kami menentukan dari Oura Ring Lucy bahwa pendarahannya terjadi sekitar pukul 9 pagi, yang berarti lebih dari 19 jam berlalu dari saat pendarahan hingga selesainya operasi untuk melepaskan tekanan di otaknya," tulis Ackman dalam unggahan panjang di X pada Rabu.

Dalam unggahan tersebut, Ackman mengungkapkan harapannya agar Oura memiliki sistem peringatan untuk kejadian medis seperti ini. "Saya hanya berharap @ouraring memiliki alert untuk jenis kejadian medis ini. Bayangkan ia bisa menelepon anggota keluarga jika penggunanya tidak membatalkan peringatan itu," tambahnya.

Menanggapi unggahan Ackman, CEO Oura, Tom Hale, pada Jumat mengatakan perusahaannya sedang meneliti hal tersebut. Hale menyatakan rasa syukurnya karena insight dari Oura Ring Lucy mampu memberikan informasi yang membantu perawatannya. "Saya berharap kami bisa memprediksi atau mendeteksi apa yang terjadi," ujar Hale dalam balasannya di X.

Hale mengaku terus memikirkan apakah Oura bisa melihat sesuatu yang mungkin membantu dan kemudian mengingatkan Lucy. Ia pun telah menginstruksikan timnya untuk menyelidiki apakah ring tersebut dapat mendeteksi kejadian medis seperti ini. Saat dimintai komentar, Oura mengarahkan Business Insider ke unggahan Hale.

Oura Ring merupakan salah satu pelacak kesehatan wearable paling populer di pasaran. Ring ini melacak metrik seperti detak jantung, tahap tidur, suhu tubuh, dan pergerakan harian. Namun, situs web perusahaan menyatakan bahwa ring ini bukan perangkat medis dan tidak dimaksudkan untuk mendiagnosis, memantau, atau mencegah kondisi medis.

Kisah Lucy menjadi sorotan karena menunjukkan potensi besar perangkat wearable dalam dunia kesehatan. Sebelumnya, Oura Ring juga telah digunakan dalam berbagai penelitian medis, termasuk uji klinis untuk mendeteksi gagal jantung di Inggris. Hal ini menunjukkan bahwa perangkat ini semakin dilirik sebagai alat bantu pemantauan kesehatan.

Ackman menceritakan bahwa putrinya yang koma selama beberapa minggu menghabiskan enam bulan di rumah sakit dan masih dalam masa pemulihan. Lucy telah mendapatkan kembali kemampuan kognitifnya dan menunjukkan kemajuan dalam berjalan serta berbicara, namun penglihatannya belum pulih sepenuhnya.

Miliarder tersebut juga mengumumkan bahwa ia dan istrinya, desainer Neri Oxman, meluncurkan Ackman Oxman Institute. Lembaga nirlaba ini berfokus pada penelitian otak, pemulihan, dan umur panjang. "Kami belajar dari Lucy bahwa otak dapat pulih dari cedera yang bahkan sangat parah," kata Ackman.

Ia menambahkan, "Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan karena pikiran adalah hal yang terlalu berharga untuk disia-siakan." Pernyataan ini menegaskan komitmennya untuk mendukung penelitian di bidang neurologi.

Respons Oura terhadap kisah ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mengembangkan fitur deteksi dini. Jika berhasil, fitur semacam ini bisa menjadi terobosan besar dalam teknologi wearable kesehatan. Namun, perlu diingat bahwa pengembangan fitur medis membutuhkan validasi ilmiah yang ketat.

Perusahaan juga perlu mempertimbangkan regulasi yang berlaku sebelum meluncurkan fitur deteksi penyakit. Saat ini, Oura Ring lebih diposisikan sebagai alat pelacak kebugaran, bukan perangkat diagnostik medis. Meski demikian, potensi pengembangannya tetap menarik untuk diikuti.

Kisah Lucy Ackman menjadi pengingat akan pentingnya deteksi dini dalam kondisi medis darurat. Teknologi wearable seperti Oura Ring bisa menjadi jembatan antara pemantauan harian dan respons medis cepat. Dengan penelitian lebih lanjut, bukan tidak mungkin fitur deteksi pendarahan otak akan menjadi kenyataan.

Perkembangan ini juga sejalan dengan tren industri yang semakin mengarah pada integrasi teknologi kesehatan. Berbagai perusahaan mulai mengeksplorasi penggunaan data biometrik untuk prediksi kondisi medis. Oura tampaknya ingin berada di garis depan inovasi tersebut.

Keputusan Oura untuk menindaklanjuti masukan dari Ackman menunjukkan bahwa perusahaan mendengarkan penggunanya. Fitur yang sedang diteliti ini bisa menjadi nilai tambah besar bagi pengguna Oura Ring di masa depan. Publik pun menantikan hasil penelitian perusahaan tersebut.