Jakarta — Penjualan mobil Chery di Indonesia mengalami penurunan signifikan pada Maret 2026. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat koreksi pada distribusi dan penjualan ritel.

Distribusi dari pabrik ke diler atau wholesales Chery tercatat 995 unit. Angka ini turun 13,6 persen dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 1.152 unit.

Penurunan lebih tajam terlihat secara tahunan. Dibandingkan Maret 2025, wholesales Chery anjlok 45,6 persen dari 1.829 unit menjadi hanya 995 unit.

Penurunan ini mengindikasikan perlambatan suplai atau penyesuaian stok di tingkat diler. Kondisi ini cukup memprihatinkan bagi merek yang sebelumnya agresif di pasar Indonesia.

Tidak hanya di level distribusi, penjualan langsung ke konsumen juga melemah. Retail sales Chery pada Maret 2026 tercatat 1.075 unit, turun 7,9 persen dari bulan sebelumnya yang mencapai 1.167 unit.

Secara tahunan, retail sales Chery juga mengalami penurunan 29,3 persen. Pada Maret 2025, penjualan ritel Chery mencapai 1.521 unit.

Penurunan ganda di wholesales dan retail sales menunjukkan tekanan nyata di pasar. Permintaan konsumen terhadap kendaraan Chery mengalami pelemahan signifikan.

Beberapa faktor berpotensi mempengaruhi kondisi ini. Melemahnya daya beli konsumen dan persaingan ketat di segmen kendaraan Tiongkok menjadi pemicu utama.

Selain itu, banyaknya pilihan mobil elektrifikasi dari merek lain turut mempengaruhi. Strategi penyesuaian distribusi oleh pabrikan juga menjadi faktor pendorong penurunan ini.

Meskipun data satu bulan belum menggambarkan tren jangka panjang, penurunan ini menjadi sinyal penting. Chery harus segera mengambil langkah strategis untuk membalikkan keadaan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Chery termasuk merek yang agresif di Indonesia. Mereka menghadirkan berbagai model SUV dan kendaraan elektrifikasi untuk merebut pangsa pasar.

Namun, persaingan di industri otomotif nasional semakin ketat. Brand asal Tiongkok kini tidak hanya bersaing dengan merek Jepang, tetapi juga sesama pabrikan Tiongkok yang ekspansif.

Chery perlu menjaga momentum melalui strategi yang tepat. Peluncuran produk baru dan penyesuaian harga menjadi langkah krusial ke depan.

Peningkatan layanan purna jual dan penguatan jaringan diler juga penting. Langkah-langkah ini menjadi kunci mengembalikan performa penjualan di tengah dinamika pasar.

Sebagai informasi, Gebrakan Chery 2026 sebelumnya cukup ambisius dengan rencana membangun pabrik sendiri. Mereka juga berencana meluncurkan tujuh model baru untuk membanjiri pasar Indonesia.

Ke depan, Chery perlu mengkaji ulang strategi pemasaran dan distribusinya. Inovasi produk dan pendekatan yang lebih kompetitif menjadi tuntutan utama di pasar yang semakin ketat.