Technologue.id, Jakarta – Seorang pria berusia 20 tahun ditangkap oleh Departemen Kepolisian San Francisco setelah diduga melemparkan bom molotov ke rumah CEO OpenAI, Sam Altman. Insiden tersebut pertama kali dilaporkan oleh The New York Times.
Dalam pernyataan yang dibagikan melalui platform X, pihak kepolisian menyebut mereka menerima laporan investigasi kebakaran di kawasan North Beach pada pagi hari. Setibanya di lokasi, petugas menemukan bahwa seorang pria tak dikenal telah melemparkan alat peledak ke arah sebuah rumah, yang menyebabkan kebakaran di bagian gerbang luar.
Pelaku kemudian melarikan diri dengan berjalan kaki. Sekitar satu jam kemudian, polisi berhasil menangkapnya saat merespon laporan dari sebuah bisnis mengenai pria yang mengancam akan membakar gedung. Bisnis tersebut diketahui merupakan kantor pusat OpenAI, dan pelaku diduga adalah orang yang sama yang sebelumnya menyerang rumah Altman.
Dalam pernyataan kepada Wired, juru bicara OpenAI mengonfirmasi insiden tersebut. “Pagi ini, seseorang melemparkan bom molotov ke rumah Sam Altman dan juga mengancam kantor pusat kami di San Francisco. Untungnya, tidak ada yang terluka,” ujarnya. Pihak perusahaan juga mengapresiasi respons cepat kepolisian dalam menangani situasi tersebut.
Pelaku saat ini telah diamankan dan OpenAI menyatakan tengah bekerja sama dengan aparat penegak hukum dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Popularitas AI yang terus meningkat juga diiringi dengan berbagai kontroversi, mulai dari kekhawatiran terhadap dampaknya pada lapangan kerja hingga kritik terhadap implementasinya di berbagai sektor.
Sebagai salah satu tokoh sentral di industri ini, Sam Altman kerap menjadi sorotan, baik karena pandangannya mengenai masa depan AI maupun berbagai laporan terkait gaya kepemimpinannya.