Technologue.id, Jakarta – Qualcomm dikabarkan tengah mempertimbangkan Samsung Foundry sebagai mitra produksi chip generasi mendatang yang menggunakan teknologi fabrikasi 2nm. Langkah ini membuka peluang bagi Samsung untuk kembali mengambil peran dalam produksi prosesor Snapdragon kelas atas setelah Qualcomm mengandalkan TSMC untuk sejumlah chip flagship terbarunya.

Senior Vice President sekaligus Head of Mobile Handsets Qualcomm, Chris Patrick, mengonfirmasi bahwa perusahaannya sedang melakukan evaluasi mendalam terhadap teknologi proses 2nm milik Samsung.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Qualcomm masih membuka peluang untuk menggunakan fasilitas produksi Samsung dalam pengembangan chip masa depan, meskipun belum ada kepastian mengenai produk atau jadwal produksinya.

Dalam laporan terbaru, Chris Patrick menyebut Qualcomm sedang mempelajari cara memanfaatkan teknologi fabrikasi 2nm Samsung untuk produk-produk mendatang.

Ia juga menegaskan bahwa Samsung Foundry tetap menjadi mitra penting Qualcomm dalam jangka panjang.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa hubungan kedua perusahaan tidak hanya terbatas pada kerja sama pengembangan perangkat seluler, tetapi juga mencakup kemungkinan produksi semikonduktor generasi baru.

Teknologi fabrikasi 2nm menjadi salah satu fokus industri chip karena menawarkan peluang peningkatan performa dan efisiensi daya dibandingkan teknologi generasi sebelumnya.

Namun, hasil akhirnya tetap bergantung pada desain chip, karakteristik proses produksi, serta kebutuhan masing-masing produk.

Bagi Qualcomm, evaluasi teknologi Samsung dapat menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan manufaktur untuk memenuhi kebutuhan chip berperforma tinggi.

Sebelumnya, sempat beredar rumor bahwa Qualcomm akan menggunakan teknologi 2nm Samsung untuk memproduksi sebagian Snapdragon 8 Elite Gen 6.

Namun, rumor tersebut tidak terbukti. Snapdragon 8 Elite Gen 6 yang baru diluncurkan tetap diproduksi oleh TSMC.