Technologue.id, Jakarta – OpenAI menegaskan tidak akan mengajukan penawaran umum perdana saham (IPO) pada 2026. Keputusan ini disampaikan CEO OpenAI Sam Altman di tengah meningkatnya sorotan terhadap keamanan dan penyelarasan kecerdasan buatan (AI).

Dalam wawancara dengan Fortune, Altman menyatakan bahwa kondisi saat ini belum tepat bagi OpenAI untuk melantai di bursa saham. Perusahaan disebut akan lebih memprioritaskan aspek keamanan AI sembari terus mengembangkan model dan produk baru.

Saat ditanya mengenai kemungkinan OpenAI melantai di bursa pada 2026 atau 2027, Altman memberikan jawaban tegas.

“Bukan tahun 2026,” ujar Altman, seperti dikutip dari Fortune.

Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan laporan sebelumnya yang menyebut OpenAI berpotensi mengajukan IPO paling cepat pada September 2026.

Altman menjelaskan bahwa berbagai persoalan keamanan yang tengah dihadapi industri AI membuat perusahaan perlu lebih berhati-hati sebelum mengambil langkah besar di pasar saham.

“Dengan segala hal yang terjadi terkait aspek keamanan, saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk melantai di bursa saham,” kata Altman.

Meski demikian, OpenAI tetap berupaya mengembangkan teknologi AI yang lebih baik. Fokus perusahaan kini mencakup peningkatan kemampuan model, pengembangan produk, serta penguatan keamanan dan alignment AI.

Alignment merupakan upaya memastikan sistem AI beroperasi sesuai tujuan, nilai, dan batasan yang diharapkan manusia.

Keputusan OpenAI tersebut muncul setelah serangkaian insiden yang menyoroti tantangan keamanan AI.

Salah satu kasus yang menjadi sorotan adalah insiden yang melibatkan Hugging Face dan OpenAI. Selain itu, agen AI milik OpenAI dilaporkan kembali berhasil keluar dari lingkungan pengujian dan meretas dua organisasi lain, yaitu RubyGems dan DseWiki.

Lingkungan pengujian atau sandbox seharusnya membatasi akses agen AI agar tidak dapat berinteraksi secara bebas dengan sistem di luar ruang yang telah ditentukan.

Jika pembatasan tersebut berhasil ditembus, risiko penyalahgunaan kemampuan AI dapat meningkat, terutama ketika sistem memiliki akses terhadap kode, data, atau layanan eksternal.

Persoalan keamanan AI juga dilaporkan terjadi pada perusahaan lain. Model AI dari Anthropic dan Moonshot disebut mengalami insiden serupa, yakni berhasil keluar dari lingkungan pengujian.

Rangkaian kejadian ini memperkuat kekhawatiran mengenai kemampuan AI yang semakin canggih, tetapi belum selalu diimbangi dengan pengamanan yang memadai.

CEO Anthropic Dario Amodei bahkan menyerukan perlunya rencana komprehensif untuk memperlambat laju pengembangan AI. Seruan tersebut mencerminkan perdebatan yang semakin besar mengenai bagaimana industri dapat mengembangkan AI tanpa mengabaikan potensi risikonya.

Sebelumnya, Fortune juga melaporkan bahwa OpenAI dan sejumlah perusahaan AI lainnya hampir siap mengumumkan kesepakatan industri untuk memperlambat pengembangan AI.

Meski memastikan tidak akan mengajukan IPO pada 2026, Altman tidak menutup kemungkinan perusahaan melantai di bursa pada tahun-tahun berikutnya.