Technologue.id - Jakarta - Saviynt, perusahaan keamanan identitas, secara resmi meluncurkan solusi baru. Platform ini dinamai Saviynt Identity Security for AI. Solusi ini disebut sebagai identity control plane pertama di industri. Fungsinya untuk mengatur dan mengelola agen AI secara menyeluruh.

Peluncuran ini menjawab tantangan keamanan di era adopsi AI masif. Platform ini memberikan kapabilitas tingkat perusahaan. Tujuannya untuk mengelola agen AI bersama identitas manusia dan non-manusia. Visibilitas berkelanjutan dan tata kelola siklus hidup menjadi fokus utama.

Langkah ini menutup kesenjangan keamanan identitas yang kritis. Data menunjukkan 91% perusahaan terekspos blind risk. Risiko ini muncul karena infrastruktur keamanan tradisional tertinggal. Kecepatan operasional berbasis mesin dari agen AI tidak terkejar.

Agen AI kini bekerja secara otonom dengan kecepatan tinggi. Mereka dapat menulis kode dan mengeksekusi transaksi keuangan. Aktivitas lain termasuk merespons pelanggan hingga mengorkestrasi proses bisnis. Namun, banyak perusahaan belum memiliki cara untuk mengontrolnya.

Perilaku Berbeda dengan Pengguna Manusia

Vibhuti Sinha, Chief Product Officer Saviynt, memberikan penjelasan. "Agen AI tidak berperilaku seperti pengguna," jelas Sinha. Mereka bekerja secara otonom dan mengakses sistem terus-menerus. Pengambilan keputusan juga terjadi secara real-time.

Sistem keamanan identitas tradisional tidak dirancang untuk itu. Selama dua tahun, Saviynt bekerja dengan perusahaan pengguna agen AI. Kebutuhan mereka bukan sekadar pembaruan kebijakan lama. Mereka membutuhkan sebuah control plane yang benar-benar baru.

Platform Saviynt dibangun berdasarkan kebutuhan tersebut. Kemampuannya mencakup discovery, pendaftaran, dan pemantauan real-time. Ekosistem yang didukung sangat luas dan terus berkembang. Amazon Bedrock dan Microsoft Copilot Studio termasuk di dalamnya.

Integrasi juga mencakup Google Vertex AI dan ServiceNow AI. Salesforce Agentforce dan platform pengembangan agen AI lain juga didukung. Platform ini menanamkan kepercayaan melalui tiga pilar utama yang solid.

Tiga Pilar Utama Platform

Pilar pertama adalah Identity Security Posture Management (ISPM) untuk AI. Saviynt ISPM memberikan visibilitas terpadu dan berkelanjutan. Semua agen otonom, baik terotorisasi atau tidak, dapat ditemukan. Risiko real-time dan over-privileged access diidentifikasi untuk menghilangkan shadow AI.

Pilar kedua adalah Identity Lifecycle Management. Setiap agen AI harus memiliki pemilik yang jelas dan bertanggung jawab. Saviynt mengelola seluruh siklus hidup agen, dari pendaftaran hingga dinonaktifkan. Organisasi selalu mengetahui pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas di lingkungan mereka.

Pilar ketiga adalah Agent Access Gateway. Agen AI bekerja dan melakukan kesalahan dengan kecepatan mesin. Saviynt mengevaluasi setiap interaksi agen secara real-time. Aktivitas tidak sah dihentikan sebelum menimbulkan dampak merugikan. Ini mencakup akses antar agen maupun ke aplikasi perusahaan.

Testimoni dari Perusahaan Pengguna

Gnana Thanikachalam, Global Head of IAM di Hertz, memberikan tanggapan. "Model identitas tradisional tidak lagi memadai," ujar Thanikachalam. Di Hertz, teknologi adalah tulang punggung operasional dan pengalaman pelanggan. Mereka membutuhkan tata kelola yang bisa mengikuti kecepatan tersebut.

Bersama Saviynt, Hertz beralih dari model akses statis. Mereka mengadopsi control plane yang dinamis dan berbasis agen. Agen AI diperlakukan dengan ketelitian setara identitas manusia. Langkah ini menutup celah keamanan sekaligus memungkinkan inovasi dengan percaya diri.

Jeyanth Jambunathan, Head of IAM The Auto Club Group, juga berkomentar. Pengembangan agen otonom skala besar membutuhkan tata kelola yang adaptif. "Dengan control plane Saviynt, kami memperoleh visibilitas dan kontrol real-time," ujarnya. Hal ini memberdayakan inovasi aman dalam skala perusahaan.

Kolaborasi dengan Mitra Desain

Saviynt mengembangkan control plane ini bersama perusahaan pelopor. The Auto Club, Hertz, dan UKG telah menjalankan agen AI di lingkungan produksi. Kolaborasi erat ini memberikan keunggulan dalam mengatasi kompleksitas dunia nyata. Platform dirancang untuk memenuhi persyaratan perusahaan-perusahaan Fortune 500.

Sachin Nayyar, CEO Saviynt, menyatakan pentingnya peluncuran ini. "Ini merupakan peluncuran paling signifikan kami," ujar Nayyar. Saviynt kini menghadirkan real-time access enforcement dan access gateway terintegrasi. Kapabilitas kelas dunia lainnya juga disatukan.

Manajemen postur keamanan dan manajemen identitas termasuk di dalamnya. Privileged access management serta fine-grained entitlement management juga terintegrasi. Semua bekerja secara terpadu pada saat runtime dan dengan kecepatan AI.

Hal ini menjadikan Saviynt satu-satunya penyedia layanan terpadu. Mereka menyediakan rangkaian kapabilitas identitas AI end-to-end. Solusi ini mendukung seluruh ekosistem perusahaan tanpa terkecuali. Developer pro-code, builder low-code, hingga pengguna bisnis no-code dapat menggunakannya.

Integrasi Sinyal Risiko Eksternal

Platform Saviynt juga mengintegrasikan sinyal risiko dari mitra eksternal. Mitra seperti CrowdStrike, Zscaler, Wis, dan Cyera terhubung. Integrasi ini memberikan tim keamanan visibilitas lengkap. Risiko terkait AI di seluruh lingkungan dapat dipantau secara komprehensif.

Langkah ini semakin mengukuhkan posisi Saviynt di garda depan. Keamanan identitas di era AI membutuhkan pendekatan holistik dan real-time. Ancaman penipuan digital yang semakin canggih harus dihadapi. Inovasi seperti ini menjadi krusial bagi kelangsungan bisnis.

Adopsi teknologi AI yang masif membawa dampak ganda. Di satu sisi, efisiensi dan inovasi meningkat secara signifikan. Di sisi lain, risiko keamanan siber juga berkembang dengan cepat. Solusi seperti dari Saviynt menjadi jawaban atas dilema tersebut.

Industri teknologi terus bergerak dengan inovasi perangkat keras dan lunak. Sementara konsep baru di perangkat konsumen bermunculan, keamanan enterprise harus tetap jadi prioritas. Identity control plane untuk AI adalah terobosan penting di tahun 2026 ini.