Jakarta, Technologue.id — Sebuah teras kafe di Jerman kini tidak hanya berfungsi sebagai peneduh, tetapi juga sebagai pembangkit listrik tenaga surya. Adalah SolarMarkise UG, startup asal Essen, yang menawarkan terobosan berupa kain fotovoltaik yang dapat digulung pada rangka awning aluminium. Produk ini memungkinkan pemilik kafe atau hunian mendapatkan naungan sekaligus listrik untuk konsumsi sendiri, bukan sekadar tanaman atap yang disamarkan.
Laporan PV Magazine yang ditulis Sandra Enkhardt pada 14 Juli 2026 mengungkap detail teknis produk ini. Ukuran M memiliki kapasitas 1,35 kW (1.350 Wp) dengan dimensi 3,51 × 3 meter. Sementara ukuran L menawarkan 1,8 kW (1.800 Wp) dengan bentang 4,35 × 3 meter. Keduanya menggunakan material yang diklaim sepenuhnya tahan air dan 100 persen UV.
Dari sisi ketahanan angin, awning ini dirancang untuk bertahan hingga Beaufort force 5 saat sepenuhnya terbentang. Meski demikian, perusahaan tetap menyarankan pengguna untuk menggulung awning saat cuaca buruk. Sebagai langkah pengamanan, SolarMarkise menyertakan sensor angin dalam paket pembelian.
Secara legal, produk ini masuk dalam kategori balcony-PV di Jerman. Artinya, listrik yang dihasilkan untuk feed-in ke jaringan dibatasi maksimal 800 W. Konsepnya lebih kepada memenuhi beban peralatan dapur dan pendingin di lokasi, bukan untuk ambisi menjadi "pembangkit listrik mini" yang menjual daya besar-besaran.
Harga yang dipatok untuk unit M adalah €4.499, sedangkan unit L dibanderol €5.499. Label "ab" pada harga tersebut menandakan biaya untuk pemasangan mandiri (self-montage). Jika ingin menggunakan jasa pemasangan profesional, penyimpanan baterai, atau paket inverter tertentu, biaya tambahan akan muncul di konfigurator.
CEO Eugen Mangazeev kepada PV Magazine menyebutkan bahwa premi harga dibandingkan awning berkualitas tinggi non-PV adalah sekitar 10-15 persen. Angka ini merupakan pernyataan langsung dari pihak perusahaan, bukan hasil survei independen. Klaim penghematan tahunan dalam kWh atau euro belum dipublikasikan secara resmi hingga ada pihak yang melakukan pengukuran independen.
Faktor lokasi menjadi penentu ekonomi dari investasi ini. Jika teras menghadap utara atau berada di bawah naungan pohon sepanjang hari, kapasitas kW yang tertera tidak akan menyelamatkan hitungan ekonomi. Orientasi matahari dan paparan sinar menjadi kunci utama keberhasilan sistem ini.
Implementasi nyata sudah terlihat di Moxxa Caffè yang berlokasi di Aachener Straße, Cologne. Sejak April 2026, kafe tersebut telah memasang dua unit awning surya ini. Media Express.de kemudian melaporkan instalasi serupa di Kebapland, juga di Cologne.
Untuk pembelian, jalur yang tersedia saat ini adalah pemesanan online ke seluruh Jerman. Pembeli dapat memilih pemasangan mandiri atau menggunakan mitra montase dari perusahaan. Ekspansi ke Austria dan Swiss masih sebatas wacana, belum menjadi opsi yang bisa ditambahkan ke keranjang belanja.
Rencana jangka panjang perusahaan mencakup pengembangan roller shutter dan payung surya. Namun, keduanya masih dalam tahap perencanaan dan belum menjadi SKU yang bisa dipesan saat ini. Fokus utama tetap pada produk awning surya yang sudah tersedia.
Fenomena ini menarik untuk dicermati, terutama melihat bagaimana pelaku bisnis teras di luar Jerman akan meniru pendekatan "naungan dulu, elektron kedua". Jerman memang dikenal sangat inovatif dalam teknologi surya dan cukup pragmatis dengan ide-ide seperti sistem surya plug-in atau balcony solar.
Bagi pelaku bisnis di Jerman yang memang sudah membutuhkan awning, produk ini adalah barang nyata dengan dimensi dan pilot project yang jelas. Ini bukan sekadar mockup viral yang hanya ada di media sosial. Kehadiran SolarMarkise menandai langkah kecil namun konkret dalam mengintegrasikan energi terbarukan ke dalam elemen arsitektur sehari-hari.
Ke depannya, tantangan utama adalah membuktikan bahwa penghematan listrik yang dihasilkan sebanding dengan investasi awal. Tanpa data pengukuran independen, klaim penghematan masih menjadi pertanyaan terbuka. Namun, keberadaan pilot project di dua kafe Cologne setidaknya memberikan gambaran bahwa konsep ini bisa berjalan di dunia nyata.
SolarMarkise UG sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai target pasar global atau rencana produksi massal. Yang jelas, inovasi ini membuka diskusi tentang bagaimana ruang terbuka seperti teras dan balkon dapat dimaksimalkan untuk mendukung transisi energi. Untuk saat ini, produk ini adalah solusi niche yang relevan bagi pasar Jerman.