Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Spanyol dan Yunani Susul Australia Blokir Media Sosial Remaja
SHARE:

Genzone.id – Pemerintah Spanyol kini mengambil langkah berani dengan merancang regulasi ketat untuk membatasi ruang gerak remaja di jagat maya. Kebijakan ini muncul sebagai respons atas kekhawatiran mendalam terhadap dampak negatif platform digital bagi generasi muda.

Perdana Menteri Pedro Sánchez secara terbuka menyuarakan keprihatinannya terhadap kondisi media sosial saat ini yang dinilai sangat mengkhawatirkan. Ia bahkan mengibaratkan platform digital tersebut sebagai sebuah "negara gagal" yang tidak mampu melindungi warganya.

Dalam pandangan Sánchez, dunia maya telah bertransformasi menjadi wilayah tanpa hukum atau digital wild west yang penuh risiko. Konten berbahaya, ujaran kebencian, hingga pelanggaran hukum sering kali dibiarkan begitu saja tanpa pengawasan memadai.

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa negara-negara Eropa mulai memperketat pertahanan mereka terhadap dominasi raksasa teknologi. Perusahaan teknologi besar selama ini dianggap kurang bertanggung jawab atas keamanan penggunanya, terutama terkait bahaya medsos.

Spanyol tidak berjalan sendirian dalam perjuangan menegakkan regulasi digital yang lebih ketat bagi anak-anak ini. Mereka bergabung dengan Yunani yang juga sedang dalam tahap finalisasi larangan serupa bagi anak di bawah usia 15 tahun.

Inisiatif ambisius ini menempatkan Spanyol dan Yunani sejajar dengan negara maju lainnya seperti Australia, Inggris, dan Prancis. Negara-negara tersebut sudah lebih dulu mengeksplorasi langkah hukum untuk menjauhkan anak dari konten yang belum layak dikonsumsi.

Dukungan domestik terhadap kebijakan pembatasan akses ini ternyata sangat masif di kalangan masyarakat Spanyol. Berdasarkan survei terbaru, mayoritas warga setuju bahwa anak usia dini sebaiknya tidak diberikan akses bebas ke platform sosial.

Spanyol dan Yunani Siap Blokir Media Sosial bagi Remaja, Ikuti Jejak Australia

Kecemasan orang tua semakin memuncak dengan kehadiran kecerdasan buatan yang mampu memproduksi konten palsu dengan cepat. Ancaman konten non-konsensual dari teknologi ini memicu kebutuhan mendesak akan perlindungan terhadap serangan AI.

Regulasi ini diharapkan dapat menjadi landasan hukum yang kuat bagi para orang tua dalam menetapkan batasan digital. Mereka tidak perlu lagi merasa terbebani oleh tekanan sosial di lingkungan sebaya anak-anak mereka saat melarang penggunaan gawai.

Meskipun masih menuai pro dan kontra di kalangan akademisi, pemerintah Spanyol berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan ini. Koordinasi lintas batas dengan negara Eropa lainnya terus dilakukan guna menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat.

Rencana besar Spanyol ini bukan sekadar gertakan politik semata, melainkan bagian dari gerakan global yang serius. Dunia mulai menyadari risiko nyata dari durasi layar berlebih yang dapat mengganggu kesehatan mental.

Ketegangan terkait regulasi ini semakin memanas ketika Perdana Menteri Sánchez terlibat adu argumen dengan pemilik platform X, Elon Musk. Perseteruan bermula saat Sánchez mengkritik Musk karena dianggap membiarkan platformnya memperkuat disinformasi terkait kebijakan migran.

Sánchez menekankan bahwa tindakan darurat sangat diperlukan karena media sosial kini menjadi tempat di mana aturan sering diabaikan. Ia juga menyinggung latar belakang Musk sebagai seorang imigran, yang kemudian memicu reaksi keras dari miliarder tersebut.

Elon Musk merespons kebijakan baru pemerintah Spanyol yang menargetkan akuntabilitas platform digital dengan serangan verbal yang tajam. Melalui akun pribadinya, Musk menjuluki Pedro Sánchez sebagai "tiran dan pengkhianat rakyat Spanyol" di hadapan publik.

Tidak hanya menyerang secara politik, Musk juga melontarkan ejekan personal yang sangat kontroversial kepada pemimpin Spanyol tersebut. Ia menyebut Sánchez dengan julukan "Dirty Sánchez", sebuah istilah slang tidak senonoh, lengkap dengan tambahan emoji kotoran.

SHARE:

Pemerintah Dorong Teknologi Deteksi Usia Atasi Manipulasi Anak di Internet

Epson Luncurkan Proyektor Lifestudio Pop dan Flex untuk Gaya Hidup Hybrid