Technologue.id, Jakarta – PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat), anak usaha dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, terus memperkuat perannya dalam mendorong pemerataan konektivitas digital, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Upaya ini dilakukan melalui optimalisasi layanan satelit serta pengembangan infrastruktur strategis guna menjawab tantangan akses internet di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2025, penetrasi internet nasional telah mencapai 80,66%. Namun demikian, kesenjangan antarwilayah masih terlihat signifikan, terutama di kawasan Maluku dan Papua yang baru mencatatkan angka penetrasi sekitar 69,26%. Kondisi ini menegaskan perlunya solusi konektivitas alternatif yang mampu menjangkau wilayah dengan keterbatasan jaringan terestrial.

Direktur Komersial Telkomsat, Andri Yunianto, menyatakan bahwa Indonesia Timur memiliki potensi pertumbuhan besar seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas di berbagai sektor. “Permintaan layanan konektivitas di Indonesia Timur terus menunjukkan tren positif. Telkomsat melihat ini sebagai peluang sekaligus tanggung jawab untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya menjangkau, tetapi juga memberikan kualitas layanan yang andal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Telkomsat menghadirkan layanan unggulan Internet Merah Putih, yakni solusi broadband berbasis satelit yang ditujukan untuk mendukung digitalisasi di sektor pemerintahan, pendidikan, kesehatan, hingga UMKM. Selain itu, perusahaan juga menyediakan layanan berbasis VSAT dan berbagai solusi konektivitas lainnya untuk menghadirkan akses internet stabil hingga ke wilayah pesisir, pedalaman, dan pulau terluar.

Tantangan pemerataan akses komunikasi di Indonesia Timur masih cukup besar, mengingat karakteristik geografis yang kompleks seperti pegunungan, hutan lebat, serta wilayah kepulauan yang tersebar. Keterbatasan infrastruktur fiber optik dan Base Transceiver Station (BTS) masih menyebabkan munculnya blank spot yang membatasi akses masyarakat terhadap layanan digital dan peluang ekonomi.

9c284884 e008 48a6 bb1a 4336dd903a00 1024x519
Community Gateway Merauke yang diresmikan pada Desember 2025 sebagai gateway satelit pertama di Indonesia dan Asia Tenggara.

Untuk mengatasi hal tersebut, Telkomsat juga mengembangkan infrastruktur strategis, salah satunya melalui proyek Community Gateway Wamena yang diproyeksikan menjadi hub distribusi layanan satelit di wilayah Papua Pegunungan. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperluas jangkauan konektivitas di daerah dengan keterbatasan infrastruktur.

Pengembangan ini melanjutkan inisiatif sebelumnya melalui Community Gateway Merauke yang diresmikan pada Desember 2025 sebagai gateway satelit pertama di Indonesia dan Asia Tenggara. Fasilitas tersebut memperkuat ketahanan jaringan di wilayah timur Indonesia dengan menghadirkan akses satelit berkapasitas besar dan latensi rendah, sekaligus menjadi titik distribusi konektivitas ke jaringan lokal.

Dengan kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan, teknologi satelit dinilai menjadi solusi strategis untuk menjangkau wilayah yang tidak dapat dilayani jaringan darat secara optimal. Layanan ini berperan penting dalam mendukung berbagai sektor, mulai dari pendidikan melalui pembelajaran digital, layanan kesehatan berbasis telemedicine, hingga penguatan layanan pemerintahan digital.

“Ke depan, Telkomsat akan terus mengedepankan efisiensi operasional dan diversifikasi layanan guna memperkuat ketahanan bisnis. Dengan dukungan teknologi satelit yang andal dan pengembangan infrastruktur strategis, Telkomsat optimistis dapat terus berperan sebagai enabler utama dalam mendorong transformasi digital yang inklusif, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di seluruh penjuru Indonesia, khususnya kawasan timur,” pungkas Andri.