
Technologue.id, Jawa Barat - Untuk mendorong perkembangan Artificial Intelligence (AI) di Indonesia, Tokopedia meresmikan AI Center of Excellence, pusat pengembangan AI pertama di tanah air yang mengadopsi teknologi super komputer deep learning dari NVIDIA. AI Center ini hasil kerjasama perusahaan e-commerce lokal bergelar Unicorn itu dengan Universitas Indonesia (UI), dan mengambil lokasi di Gedung Baru Fakultas Ilmu Komunikasi lantai 5.
Baca Juga: Home Credit Berikan Pembiayaan Online di Tokopedia

Baca Juga: Tokopedia Layani Investasi Emas Mulai dari Gopek Rupiah
Pemanfaatan teknologi AI di Tokopedia saat ini telah banyak dikembangkan terutama dalam hal membantu operasional perusahaan seperti membantu mengenali karakteristik pengguna yang sering berkunjung ke situs maupun aplikasi Tokopedia. Di samping itu, AI juga membantu perusahaan untuk melakukan demand prediction, smart warehouse, dan smart logistic. "Tokopedia terus mengembangkan teknologi AI untuk mendorong pemerataan ekonomi secara digital. Sebagai contoh, kami menggunakan teknologi untuk membangun warehouse, untuk melayani customer dari Sabang sampai Merauke, agar pengiriman lebih cepat," tutur William Tanuwijaya, CEO Tokopedia, dikesempatan acara yang sama. AI juga sangat membantu meningkatkan pengguna Tokopedia dengan memberikan rekomendasi terkait produk yang dibutuhkan, salah satunya melalui teknologi pencarian gambar. Sehingga pengguna Tokopedia tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mencari barang sesuai dengan kebutuhan. Fasilitas Tokopedia-UI AI Center ini didukung oleh NVIDIA DGX-1, yang dilengkapi dengan GPU NVIDIA Tesla V100 berbasis Tensor Core untuk mempercepat kinerja AI. AI computing dibangun menggunakan NVDIA GPU Cloud Deep Learning Stack dan merupakan versi teroptimal dari framework yang paling populer saat ini, yang mampu melakukan pelatihan data 4 kali lebih cepat daripada sistem berbasis GPU lainnya. "Bekerja sama dengan Universitas Indonesia, Tokopedia membangun wadah bersama untuk menyelesaikan masalah-masalah kompleks ekonomi, sosial, dan bisnis untuk dipecahkan bersama. Setidaknya sampai 100 tahun kita bisa diakui karena inovasi yang kita lahirkan bersama," ujar William.Baca Juga: Bukalapak Luncurkan Innovation Center di ITB
Peresmian fasilitas teknologi ini disambut baik oleh Mohamad Nasir, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI. Ia berharap agar pusat riset AI ini muncul di kota-kota lainnya di Indonesia untuk mendorong pemanfaatan teknologi lebih merata. "Pembangunan AI Center seperti ini bisa dilakukan secara masif, misalkan dibuat cluster-clusternya. Ini tempat kedua saya resmikan setelah di Institut Teknologi Bandung. Mungkin nanti bisa di perguruan tinggi di kota-kota besar lainnya," harap Menristek. Sebelum Tokopedia, Bukalapak dan ITB lebih dulu mendirikan pusat inovasi Artificial Intelligence dan Cloud Compunting Innovation Center untuk riset dan pengembangan oleh mahasiswa.