Jakarta, Technologue.id — WhatsApp resmi mulai merilis desain Liquid Glass secara menyeluruh kepada pengguna iPhone. Pembaruan ini menghadirkan antarmuka visual yang seragam di seluruh platform pesan tersebut. Sebelumnya, gaya transparan ini hanya terbatas pada tab utama dan daftar obrolan saja.
Kini, estetika tembus pandang itu diperluas ke elemen percakapan inti. Mulai dari bilah pengetikan, bilah navigasi atas, gelembung pesan, hingga menu konteks. Perubahan ini menandai langkah besar Meta dalam menyelaraskan tampilan WhatsApp dengan bahasa desain sistem operasi Apple.
Dalam estetika terbaru ini, bilah input melayang di atas percakapan aktif. Latar belakangnya semi transparan dengan efek buram yang memantulkan konten di bawahnya. Tampilan ini meniru presentasi visual pada aplikasi iMessage milik Apple.
Di bagian atas layar, bilah navigasi transparan memungkinkan wallpaper obrolan dan teks yang digulir terlihat samar. Pengguna dapat melihat riwayat pesan saat menelusuri percakapan mereka. Detail ini memperkuat kesan menyatu antara antarmuka dan konten.
Pembaruan Liquid Glass juga menyempurnakan interaksi kontekstual di dalam obrolan. Menekan lama gelembung pesan kini memunculkan baki reaksi dan menu aksi sekunder. Keduanya hadir dengan lapisan kaca yang halus dan tetap memperlihatkan latar belakang.
Pendekatan ini menggantikan efek blur opak lama yang menutupi konten di belakangnya. Selain itu, gelembung pesan kini memiliki sudut yang jauh lebih membulat. Elemen multimedia seperti foto dan video juga dirender tanpa bingkai seperti sebelumnya.
Baca Juga:
Menurut laporan WABetaInfo, Meta menerapkan perombakan antarmuka ini secara bertahap. Perusahaan memperluas ketersediaannya ke semua perangkat iOS yang kompatibel. Distribusinya dilakukan melalui pembaruan standar di App Store.
Pendekatan bertahap ini memungkinkan Meta memantau performa dan masukan pengguna. Perusahaan juga dapat memastikan stabilitas fitur sebelum menjangkau basis pengguna yang lebih luas. Strategi ini umum digunakan untuk pembaruan berskala besar.
Desain Liquid Glass sendiri merupakan bahasa visual yang diperkenalkan Apple pada sistem operasi terbarunya. Elemen kaca transparan dan efek kedalaman menjadi ciri khasnya. WhatsApp tampaknya beradaptasi dengan tren desain tersebut.
Langkah ini juga memperlihatkan upaya Meta menjaga konsistensi lintas platform. Sebelumnya, WhatsApp sempat menguji Liquid Glass di iPad. Uji coba itu menjadi sinyal awal arah desain aplikasi ke depan.
Selain soal tampilan, WhatsApp terus memperkaya fitur komunikasi. Baru-baru ini, mereka merilis fitur terjemah pesan. Fitur ini mempermudah komunikasi lintas bahasa bagi pengguna global.
Dari sisi industri, perubahan desain ini menambah dinamika persaingan aplikasi pesan. Apple dengan iMessage dan Google dengan RCS terus berinovasi. WhatsApp berupaya mempertahankan posisinya sebagai aplikasi pesan paling populer.
Bagi pengguna iPhone, pembaruan ini akan terasa otomatis setelah memperbarui aplikasi. Tidak ada langkah khusus yang diperlukan untuk mengaktifkannya. Pengguna cukup memperbarui WhatsApp melalui App Store.
Namun, waktu kedatangan pembaruan bisa berbeda di setiap perangkat. Hal ini karena sifat peluncuran bertahap yang diterapkan Meta. Beberapa pengguna mungkin menerimanya lebih cepat dibanding yang lain.
Perubahan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang WhatsApp mempercantik antarmukanya. Perusahaan tampaknya ingin menghadirkan pengalaman yang lebih modern dan menyatu. Tren desain kaca transparan pun diprediksi terus berkembang.
Dengan pembaruan ini, WhatsApp menegaskan komitmennya menghadirkan tampilan yang selaras dengan ekosistem Apple. Pengguna iPhone bisa segera merasakan nuansa baru saat mengobrol. Antarmuka yang lebih bersih dan elegan menjadi nilai tambah tersendiri.