Technologue.id, Jakarta - Platform media sosial X kembali memperluas ekosistemnya dengan meluncurkan aplikasi pesan mandiri bernama XChat yang kini tersedia untuk pengguna iOS. Kehadiran aplikasi ini menandai langkah baru dalam strategi perusahaan yang sebelumnya sempat berencana menghapus fitur pesan langsung dari aplikasi utamanya pada 2025.

Meski demikian, untuk saat ini fitur pesan masih tetap tersedia di aplikasi utama X, versi web, serta melalui aplikasi XChat yang baru diluncurkan.

XChat hadir dengan berbagai fitur pesan modern yang semakin umum di aplikasi komunikasi saat ini. Berdasarkan video peluncurannya, pengguna dapat mengedit dan menghapus pesan, mengirim pesan yang menghilang, hingga memblokir tangkapan layar demi menjaga privasi percakapan.

Selain itu, XChat juga mendukung panggilan suara dan video, serta mengklaim seluruh pesan dilindungi dengan enkripsi ujung-ke-ujung. Fitur ini menempatkan XChat sejajar dengan aplikasi pesan populer lainnya yang mengedepankan keamanan komunikasi digital.

Aplikasi ini juga diproyeksikan menjadi rumah baru bagi interaksi grup yang sebelumnya terbentuk melalui fitur Komunitas di X. Perusahaan baru-baru ini mengumumkan bahwa fitur Communities akan dihentikan pada akhir Mei, membuka peluang bagi XChat untuk mengambil alih fungsi tersebut.

Saat ini, obrolan grup di XChat mampu menampung hingga 350 peserta, dengan rencana ekspansi kapasitas di masa depan. Hal ini menunjukkan ambisi X untuk memperkuat komunikasi berbasis komunitas dalam format yang lebih fleksibel.

Peluncuran XChat mencerminkan dinamika strategi perusahaan sejak diakuisisi dan direbranding oleh Elon Musk. Awalnya, Musk memiliki visi menjadikan X sebagai “aplikasi serba bisa” yang menggabungkan berbagai layanan—mulai dari media sosial, perpesanan, hingga pembayaran—dalam satu platform, mirip dengan WeChat.

Namun, kehadiran aplikasi pesan terpisah justru menunjukkan pendekatan yang lebih terfragmentasi. Hal ini bisa jadi mencerminkan prioritas baru perusahaan pada 2026.

Saat ini, X berada di bawah naungan xAI, yang juga merupakan bagian dari SpaceX. Dengan fokus besar pada pengembangan kecerdasan buatan, arah pengembangan X tampaknya mulai bergeser dari konsep “super app” menuju integrasi yang lebih erat dengan teknologi AI.

Meski menawarkan fitur yang kompetitif, XChat akan menghadapi persaingan ketat dari aplikasi pesan mapan. Keberhasilannya akan sangat bergantung pada adopsi pengguna, stabilitas fitur, serta kepercayaan terhadap klaim keamanan yang ditawarkan.