Technologue.id, Jakarta – Perusahaan keamanan siber dan infrastruktur jaringan A10 Networks mengumumkan akuisisi terhadap TrojAI, sebuah perusahaan yang berfokus pada keamanan kecerdasan buatan (AI). Langkah ini menjadi bagian dari strategi A10 untuk memperluas kemampuan keamanan AI dan membantu organisasi mengamankan model, data, serta agen AI yang semakin banyak digunakan dalam operasional bisnis.

Melalui akuisisi tersebut, A10 Networks akan memperkuat portofolio keamanan AI yang dirancang untuk melindungi aplikasi AI generatif dan sistem berbasis agen (agentic AI), baik pada tahap pengembangan maupun saat digunakan secara langsung di lingkungan produksi.

TrojAI dikenal memiliki dua lapisan utama keamanan AI. Pertama, kemampuan AI red teaming, yang digunakan untuk menguji model, agen, dan aplikasi AI guna menemukan potensi kerentanan selama proses pengembangan. Kedua, sistem perlindungan ancaman secara real-time yang menjaga aplikasi dan model AI dari berbagai ancaman saat beroperasi.

Kombinasi kedua pendekatan tersebut memungkinkan organisasi untuk mempercepat implementasi AI generatif dan agen otonom dengan tingkat keamanan yang lebih tinggi.

Presiden dan Chief Executive Officer A10 Networks, Dhrupad Trivedi, mengatakan bahwa perkembangan AI tidak hanya mengubah cara perusahaan membangun layanan digital, tetapi juga memperluas permukaan serangan yang harus diamankan.

“AI mengubah apa yang dibangun perusahaan sekaligus memperluas permukaan serangan yang harus mereka pertahankan. Kontrol keamanan tradisional tidak dirancang untuk model non-deterministik dan agen otonom,” ujar Trivedi.

Ia menambahkan bahwa integrasi teknologi TrojAI dengan firewall AI berbasis perangkat keras milik A10 akan menghadirkan solusi keamanan yang lebih komprehensif bagi pelanggan.

Menurutnya, kombinasi tersebut memungkinkan perusahaan mengadopsi AI secara lebih cepat tanpa mengorbankan performa, latensi, maupun ketersediaan layanan yang dibutuhkan di lingkungan on-premises, cloud, maupun hybrid.

A10 juga menyoroti pentingnya aspek kedaulatan data (data sovereignty), terutama bagi organisasi yang memiliki regulasi ketat terkait penyimpanan dan pengelolaan data sensitif. Dengan pendekatan yang ditawarkan, pelanggan dapat mengembangkan dan menjalankan sistem AI sambil tetap mempertahankan kontrol penuh atas aset digital mereka.

75dcf420 b18f 48a0 b7bf 1a846a10648a 1024x512

Pasca-akuisisi, A10 berencana mengintegrasikan kemampuan TrojAI ke dalam portofolio produk keamanannya yang terus berkembang. Integrasi ini diharapkan memungkinkan pelanggan menjalankan aplikasi AI yang aman tanpa harus memindahkan data dari lingkungan yang mereka kendalikan.

Sementara itu, Chief Executive Officer TrojAI, Lee Weiner, menyatakan bahwa adopsi AI oleh perusahaan dan organisasi sektor publik saat ini berlangsung dengan sangat cepat, sehingga kebutuhan terhadap keamanan AI menjadi semakin krusial.

“Perusahaan dan organisasi sektor publik mengadopsi AI dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Mereka perlu berinovasi secara aman sambil mempertahankan kedaulatan atas infrastruktur keamanan AI mereka,” kata Weiner.

Ia menilai kolaborasi dengan A10 akan memperluas jangkauan teknologi TrojAI untuk membantu pelanggan mengamankan model, agen, dan aplikasi AI yang kini menjadi bagian penting dari proses bisnis modern.

Dari sisi bisnis, A10 Networks menyatakan bahwa akuisisi ini tidak diperkirakan memberikan dampak material terhadap hasil keuangan perusahaan pada tahun fiskal 2026. Namun, perusahaan meyakini langkah tersebut akan memperkuat posisinya dalam pasar keamanan AI yang diprediksi terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.