Technologue.id, Jakarta — Ant International resmi memperkenalkan Agentic Mobile Protocol (AMP), sebuah inovasi terbaru yang ditujukan untuk mempercepat perkembangan industri agentic commerce.
Protokol ini dirancang untuk menghadirkan koneksi pembayaran berbasis agentic yang aman dan efisien melalui teknologi AIOps, serta dapat terintegrasi dengan berbagai layanan mobile seperti dompet digital, aplikasi perbankan, super app, hingga portal mobile lainnya.
AMP dikembangkan agar dapat digunakan di berbagai perangkat, mulai dari smartphone hingga perangkat wearable. Dengan pendekatan ini, Ant International ingin menciptakan ekosistem pembayaran yang lebih fleksibel dan mendukung transaksi berbasis kecerdasan buatan (AI) secara lebih luas.
Chief Innovation Officer Ant International, Jiang-Ming Yang, menyampaikan apresiasi kepada para mitra, acquirer, dan pengembang yang telah berkontribusi dalam pengembangan protokol ini. Ia menegaskan bahwa kehadiran AMP akan menjadi fondasi penting bagi masa depan mobile commerce.
“Protokol agentic untuk mobile commerce yang menjamin efisiensi dan keamanan andal akan menjadi kunci bagi bisnis, baik skala besar maupun kecil, untuk memperluas jangkauan ke berbagai pasar dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Kami menantikan pengembangan kemitraan strategis untuk mendorong kemajuan AI commerce,” ujar Jiang-Ming Yang.
Seiring dengan perkembangan teknologi, dompet digital dan pembayaran mobile kini menjadi pendorong utama pertumbuhan agentic commerce. Nilai pasar global sektor ini diproyeksikan mencapai sekitar USD 28 miliar pada tahun 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 46%. Pertumbuhan tersebut didorong oleh pergeseran industri dari tahap uji coba AI agent menuju sistem transaksi otonom berskala penuh.
Di sisi lain, jumlah pengguna dompet digital global juga terus meningkat signifikan. Pada 2025, jumlahnya telah mencapai 4,4 miliar pengguna, dan diperkirakan akan melampaui 6 miliar pada 2030, atau setara dengan lebih dari 75% populasi dunia.Namun demikian, tantangan masih ada. Sebagian besar protokol pembayaran berbasis AI saat ini masih berfokus pada transaksi kartu, sehingga belum sepenuhnya mendukung kebutuhan ekosistem AI-native.
Para merchant dan penyedia dompet digital membutuhkan solusi yang mampu menghadirkan pengalaman pembayaran yang mulus, termasuk dalam hal autentikasi agen tepercaya, verifikasi kredensial, hingga pengelolaan proses pasca-transaksi seperti settlement.
Melalui AMP, Ant International menawarkan solusi yang memungkinkan integrasi fungsi pembayaran agentic secara langsung ke dalam alur kerja tanpa perlu perubahan besar pada sistem yang sudah ada. Protokol ini dapat digunakan oleh berbagai pihak, mulai dari penyedia dompet digital, platform AI, hingga pengembang agen mandiri.
Sebagai langkah lanjutan, Ant International juga membuka akses terhadap AMP guna mendorong terciptanya standar universal yang dapat diaudit. Dengan demikian, AI agent diharapkan dapat melakukan transaksi secara aman, transparan, dan mulus di berbagai platform global.
Ant International bekerja sama dengan mitra dompet digital dalam jaringan Alipay+, gateway dompet global milik perusahaan, untuk mengimplementasikan AMP. Alipay+ saat ini menghubungkan lebih dari 40 mitra dompet digital, mencakup 1,8 miliar akun pengguna dan 150 juta merchant di seluruh dunia.