Jakarta — Ford semakin serius dalam menggarap kendaraan listrik murah. Pabrikan otomotif asal Amerika Serikat ini baru saja memberikan bocoran mengenai pikap listrik seharga Rp500 jutaan yang siap meluncur tahun depan. Informasi ini terungkap dalam kunjungan terbatas wartawan ke Ford Electric Vehicle Development Center di Long Beach, California.

Dalam kunjungan tersebut, Ford hanya memberikan gambaran sekilas mengenai truk listrik tersebut. Kendaraan yang masih dalam tahap pengembangan ini terlihat memiliki bentuk seperti pikap tradisional, namun detailnya masih sangat terbatas. Meski begitu, sejumlah informasi teknis penting berhasil dikumpulkan.

Pikap listrik ini akan menjadi model pertama yang menggunakan platform Universal Electric Vehicle (UEV). Platform ini diklaim mampu menekan biaya produksi secara signifikan, sehingga harga jualnya bisa sangat kompetitif. Ford menargetkan harga sekitar 30.000 dolar AS atau setara dengan Rp500 jutaan.

Dari segi dimensi, pikap listrik ini diperkirakan memiliki ukuran yang mirip dengan Ford Maverick, bahkan sedikit lebih besar. Kabinnya diklaim lebih panjang dengan pintu depan yang lebih lebar, memberikan ruang interior yang lebih luas. Ford bahkan menyebut ruang kabinnya lebih besar dari Toyota RAV4.

Salah satu yang menarik adalah desain hidung mobil yang miring, mirip dengan Kia EV4. Bentuk ini diduga dipilih untuk meningkatkan aerodinamika dan efisiensi baterai. Selain itu, dinding samping bak belakangnya lebih tinggi, yang juga berkontribusi pada pengurangan hambatan angin.

Ford juga memamerkan tiga komponen utama dari platform UEV. Ketiganya adalah subframe depan dan belakang yang dicor, serta paket baterai yang berfungsi sebagai struktur utama. Ketika ketiganya disatukan, maka terbentuklah sasis yang sudah siap menerima bodi kendaraan.

Yang tak kalah penting, Ford mendesain platform ini agar mudah diperbaiki. Setiap komponen cor besar memiliki garis potong yang memungkinkan bagian yang rusak diganti tanpa harus membuang seluruh komponen. Hal ini menjawab kekhawatiran soal biaya perbaikan yang sering menjadi masalah pada kendaraan listrik.

Pusat pengembangan di Long Beach dipilih secara strategis untuk menarik talenta terbaik dari Silicon Valley. Ford menggabungkan tiga kelompok insinyur, yaitu dari perusahaan rintisan EV, pabrikan besar, dan karyawan lama Ford. Langkah ini menjadi kunci untuk mempercepat inovasi.

Ford mengklaim bahwa proses pengembangan di pusat ini sangat efisien. Dengan semua fasilitas dalam satu lokasi, tim bisa melakukan iterasi desain dengan cepat. Konsep "gagal dengan cepat" menjadi moto utama untuk menemukan solusi terbaik tanpa membuang banyak waktu.

Salah satu inovasi yang diterapkan adalah penggunaan sistem kelistrikan 48 volt untuk sebagian besar komponen tambahan. Sistem ini mengurangi jumlah kabel dan bobot keseluruhan, yang pada akhirnya menekan biaya produksi. Langkah ini sejalan dengan upaya Ford untuk menekan harga jual.

Ford juga menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan dengan mengurangi limbah material. Di bengkel jahit internal, perangkat lunak digunakan untuk mengatur pola pemotongan kain dan karpet secara optimal. Hasilnya, limbah material bisa diminimalkan secara signifikan.

Pikap listrik ini diharapkan menjadi kendaraan pertama dari keluarga besar kendaraan listrik murah Ford. Platform UEV dirancang untuk bisa digunakan pada berbagai segmen, mulai dari mobil subkompak hingga van komersial. Ini menunjukkan ambisi besar Ford di pasar kendaraan listrik.

Meski belum ada kepastian soal nama resmi, Ford dikabarkan telah memperbarui merek dagang untuk nama "Ranchero". Nama ini pernah digunakan untuk pikap berbasis mobil pada era 1960-an dan 1970-an. Spekulasi pun muncul bahwa nama legendaris ini akan dihidupkan kembali.

Kehadiran pikap listrik murah ini tentu menjadi angin segar bagi konsumen yang menginginkan kendaraan ramah lingkungan dengan harga terjangkau. Ford tampaknya serius mengejar ketertinggalannya dari pesaing seperti Tesla dan BYD. Persaingan di segmen ini diprediksi akan semakin ketat.

Dalam waktu dekat, Ford diperkirakan akan mengungkap detail lebih lanjut mengenai spesifikasi, fitur, dan harga pasti dari pikap listrik ini. Pasar akan menantikan apakah Ford benar-benar bisa menghadirkan kendaraan listrik yang sesuai dengan klaimnya. Semua akan terjawab dalam beberapa bulan ke depan.