Jakarta, Technologue.id — Pasar mobil listrik di Indonesia semakin ramai sepanjang 2026. Hingga Agustus, penjualan kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) sudah menembus lebih dari 100 ribu unit. Jaecoo J5 menjadi model yang paling banyak didistribusikan pada periode tersebut.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi BEV secara wholesales mencapai 101.171 unit sepanjang Januari-Agustus 2026. Angka itu meningkat 97,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di level 51.191 unit. Lonjakan tersebut menunjukkan permintaan terhadap mobil listrik di Indonesia terus berkembang.

Selain pertumbuhan volume penjualan, persaingan antarmerek juga semakin ketat. Sejumlah model baru mampu langsung mencatatkan distribusi dalam jumlah besar. Hal ini memperlihatkan bahwa pasar kendaraan listrik nasional tidak lagi didominasi oleh satu atau dua pemain saja.

Jaecoo J5 Jadi Raja Mobil Listrik Indonesia, BYD Atto 1 Mengekor Ketat

Jaecoo J5 menjadi model dengan distribusi BEV tertinggi selama delapan bulan pertama 2026. Jika seluruh variannya digabungkan, model tersebut telah mencatatkan distribusi sebanyak 23.359 unit. Capaian itu membuat Jaecoo J5 berada di atas sejumlah model yang lebih dulu dikenal di pasar kendaraan listrik Indonesia.

Posisi kedua ditempati BYD Atto 1 dengan total distribusi 19.909 unit. Angka BYD Atto 1 merupakan akumulasi dari tiga varian yang dipasarkan di Indonesia, yakni Standard, Premium, dan Dynamic. Selisih antara kedua model tersebut mencapai 3.450 unit.

Dengan demikian, persaingan di posisi teratas pasar BEV nasional terbilang cukup ketat hingga periode Agustus 2026. Di posisi ketiga terdapat Geely EX2 dengan distribusi 9.769 unit. Angka tersebut merupakan gabungan dari varian EX2 Pro dan EX2 Max.

Dominasi model-model baru terlihat dalam daftar mobil listrik dengan distribusi terbesar sepanjang Januari-Agustus 2026. Selain tiga model teratas, sejumlah kendaraan dari BYD, Geely, Wuling, Denza, MG, dan Aion juga masuk daftar 10 besar.

Berikut daftar lengkap 10 mobil listrik terlaris sepanjang Januari-Agustus 2026:

  1. Jaecoo J5 – 23.359 unit
  2. BYD Atto 1 – 19.909 unit
  3. Geely EX2 – 9.769 unit
  4. BYD M6 – 6.694 unit
  5. BYD Sealion 7 – 4.251 unit
  6. Wuling Darion EV – 3.733 unit
  7. Denza D9 – 3.001 unit
  8. Geely EX5 – 2.407 unit
  9. MG S5 EV – 2.253 unit
  10. Aion V – 2.228 unit

Data tersebut memperlihatkan bahwa persaingan pasar mobil listrik Indonesia tidak hanya terjadi di segmen harga tertentu. Model dengan karakter dan ukuran berbeda sama-sama mendapatkan tempat di pasar nasional. Kondisi ini menandakan konsumen kini memiliki preferensi yang semakin beragam.

Salah satu fakta menarik dari daftar tersebut adalah seluruh model yang masuk 10 besar berasal dari merek China. BYD menjadi salah satu merek dengan jumlah model terbanyak di daftar tersebut. Selain Atto 1, produsen itu juga menempatkan M6 dan Sealion 7.

Geely juga memiliki dua wakil melalui EX2 dan EX5. Sementara itu, Wuling, Denza, MG, dan Aion masing-masing turut menempatkan produknya dalam daftar 10 besar. Dominasi tersebut memperlihatkan semakin kuatnya posisi produsen China dalam industri kendaraan listrik Indonesia.

Kehadiran berbagai model dengan rentang harga dan karakter berbeda membuat konsumen memiliki lebih banyak pilihan. Beberapa tahun sebelumnya, pilihan kendaraan listrik di Tanah Air masih terbilang terbatas. Kini situasinya jauh berbeda seiring agresifnya para produsen merilis produk baru.

Dengan total distribusi BEV yang sudah melewati 100 ribu unit hingga Agustus, pasar mobil listrik nasional berpotensi mencatat pertumbuhan yang semakin besar hingga akhir 2026. Persaingan antara model baru dan pemain yang sudah lebih dulu hadir juga diperkirakan semakin menarik.

Sejumlah kebijakan dan kesiapan infrastruktur turut menjadi faktor yang menentukan arah pertumbuhan pasar. Pemerintah disebut tengah menyiapkan langkah agar industri mobil listrik nasional semakin mandiri. Dukungan layanan pascajual juga menjadi perhatian, seperti yang dilakukan GAC Indonesia.

Di sisi lain, sejumlah merek masih menyiapkan kejutan produk baru. Polytron dikabarkan akan meluncurkan mobil listrik buatan Indonesia, sementara Honda juga telah memperkenalkan mobil listrik pertamanya untuk pasar nasional. Kehadiran pemain baru ini diprediksi semakin memanaskan kompetisi.

Dengan tren yang ada, pertarungan di pasar BEV Indonesia tidak hanya soal volume penjualan semata. Merek yang mampu menghadirkan produk sesuai kebutuhan konsumen berpeluang besar mempertahankan posisinya. Hingga akhir tahun, persaingan Jaecoo J5 dan BYD Atto 1 diprediksi tetap menjadi sorotan utama.