Jakarta, Technologue.id — Mika Azuma mengungkap kisah pahit yang mengubah hidupnya hingga akhirnya terjun menjadi aktris video dewasa (AV). Sebelum dikenal di industri tersebut, Azuma pernah mengalami hubungan yang membuat kondisi mental dan fisiknya memburuk. Ia bertemu seorang dokter spesialis penyakit dalam melalui biro perjodohan menjelang pandemi COVID-19.
Keduanya berencana menikah, tetapi hubungan mereka menghadapi persoalan serius. Salah satunya adalah masalah seksual yang tidak kunjung terselesaikan. Menurut Azuma, tunangannya mengaku mengalami gangguan ejakulasi tetapi menolak menjalani pemeriksaan medis. Kondisi itu membuat Azuma merasa dirinya tidak cukup baik dan mengalami depresi berat.
Kondisi Azuma semakin memburuk hingga ia hampir tidak bisa beranjak dari tempat tidur. Berat badannya turun drastis dan kemampuan kognitifnya ikut menurun. Selama sekitar enam bulan, Azuma mengatakan dirinya dilarang menemui psikiater oleh sang tunangan. Dokter tersebut memiliki pandangan negatif terhadap pengobatan psikiatri dan hanya mengizinkannya menjalani terapi hormon melalui dokter kandungan.
Karena pengobatan tersebut tidak membantu, orang tua Azuma akhirnya turun tangan. Ia kemudian mendapatkan pemeriksaan kesehatan mental dan dinilai membutuhkan penanganan serius. Azuma selanjutnya dirawat di bangsal psikiatri atas permintaan tunangannya. Namun, sekitar satu bulan setelah dirawat, hubungan mereka justru berakhir melalui telepon.
Dikutip dari Tokyo Reporter, ketika masih berada di rumah sakit, Azuma mengatakan tunangannya membatalkan apartemen yang mereka tinggali bersama. Ia juga memindahkan pencatatan alamat tempat tinggal (juminhyo) Azuma kembali ke rumah orang tuanya tanpa persetujuan. Barang-barang Azuma kemudian diminta untuk diambil oleh keluarganya.
Azuma menduga keputusan tersebut berkaitan dengan pengakuannya kepada orang tua tunangannya dan dokter mengenai persoalan hubungan mereka. Situasi itu membuat Azuma kehilangan hampir seluruh kehidupan yang sebelumnya ia bangun. Ia tidak lagi memiliki rumah maupun pekerjaan setelah sebelumnya berhenti bekerja atas permintaan tunangannya untuk mempersiapkan diri menjadi ibu rumah tangga.
Setelah keluar dari rumah sakit, Azuma menyewa apartemen murah yang kondisinya buruk. Ia kemudian mulai melakukan siaran di internet sebagai sexy VTuber. Interaksi melalui karakter virtual tersebut menjadi langkah awal Azuma untuk kembali berhubungan dengan orang lain. Perlahan, aktivitas itu membantunya mendapatkan kembali keberanian untuk menghadapi kehidupan sosial.
Dari dunia virtual tersebut, Azuma akhirnya mengambil langkah lebih jauh dengan tampil menggunakan wajah aslinya sebagai aktris AV. Keputusan itu menandai babak baru dalam hidupnya setelah kehilangan rumah, pekerjaan, dan hubungan yang sebelumnya dipersiapkan menuju pernikahan. Kini ia memilih menjalani hidupnya sendiri.
Azuma kini menggunakan pekerjaannya untuk menyuarakan pandangan mengenai seksualitas dan stigma terhadap industri hiburan dewasa. Ia menilai ada kontradiksi besar dalam cara masyarakat memandang hubungan seks dan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Baginya, seks adalah bagian langsung dari kehidupan itu sendiri.
“Hubungan seks berkaitan langsung dengan kehidupan itu sendiri, tetapi masyarakat mengonsumsinya sambil memperlakukan orang-orang yang terlibat di dalamnya sebagai sesuatu yang tabu,” ujar Azuma dikutip dari Tokyo Reporter.
Ia juga sengaja memilih tampil menggunakan identitas dan wajah aslinya. Menurut Azuma, keputusan itu merupakan bentuk perlawanan terhadap kontradiksi sosial yang ia rasakan. Ia ingin menunjukkan bahwa dirinya mampu bertahan hidup dan bersinar di dunia yang kini ia jalani.
“Saya ingin menghancurkan kontradiksi itu dari posisi seorang aktris dewasa—sebuah peran yang secara sosial berlawanan dengan seorang dokter. Dan saya ingin menunjukkan kepadanya: saya bertahan hidup, dan saya bersinar di dunia ini, tepat di sini,” ungkapnya.
Bagi Azuma, perjalanan tersebut menjadi perubahan besar dari masa ketika ia kehilangan hampir segalanya. Ia kini menggunakan pengalamannya untuk mempertanyakan stigma masyarakat terhadap seks dan profesi aktris AV. Kisahnya menjadi cermin bagaimana tekanan dalam hubungan bisa berdampak serius pada kesehatan mental seseorang.
Kasus Azuma juga menyoroti pentingnya akses terhadap penanganan kesehatan mental yang tepat. Ia sempat dilarang menemui psikiater dan hanya diarahkan menjalani terapi hormon yang tidak membuahkan hasil. Bantuan orang tua menjadi titik balik yang membawanya mendapatkan pemeriksaan dan perawatan yang dibutuhkan.
Dari sisi industri, kisah Azuma menambah daftar panjang narasi personal para aktris AV Jepang. Sejumlah nama lain juga memiliki latar belakang pendidikan tinggi sebelum terjun ke industri ini. Ada pula yang dikenal sebagai gamer sejati dan rajin Live Streaming bersama penggemarnya.
Perjalanan Azuma dari bangsal psikiatri hingga panggung industri hiburan dewasa menunjukkan bagaimana seseorang bisa bangkit dari keterpurukan. Ia tidak lagi bergantung pada kehidupan yang dulu ia bangun bersama tunangannya. Kini, ia berdiri dengan identitas dan pilihannya sendiri.
[INFO]
Baca Juga: Aktris JAV Pendidikan Tinggi dan Keunikan Industri JAV