Jakarta – New York Asian Film Festival (NYAFF) merayakan edisi ke-25 dengan program terkuatnya yang menampilkan lebih dari 70 film dari Asia. Festival berlangsung pada 10-26 Juli di lima venue berbeda di New York, menghadirkan genre horor, aksi, drama, hingga sinema queer. Banyak film akan diperkenalkan langsung oleh sutradara dan beberapa bintangnya.

“Kami menayangkan yang tidak terkenal, yang terkenal, dan semua yang menyenangkan,” ujar direktur eksekutif NYAFF, Samuel Jamier. Ia menambahkan bahwa banyak festival film lain seperti memberikan sayur karena baik untuk kesehatan, tapi NYAFF berbeda dengan prinsip ketidakmaluan.

Edisi tahun ini dibuka dengan Colony, film thriller zombie karya Yeon Sang-ho yang tayang perdana di Cannes. Penonton di Film at Lincoln Center Theatre bereaksi histeris pada malam pembukaan. Yeon dan bintang Gianna Jun naik panggung di hadapan penonton yang sold-out untuk memperkenalkan film tersebut.

Momen ini menjadi lingkaran penuh bagi Jun, yang peran terobosannya di My Sassy Girl menjadi salah satu dari 12 film yang terpilih untuk edisi perdana NYAFF tahun 2002. Film itu juga memenangkan penghargaan audiens pertama festival. Restorasi 4K komedi romantis arahan Kwak Jae-yong itu akan tayang perdana di Amerika Utara di Anthology Film Archives.

“Saya pikir akan menjadi ide bagus untuk kembali ke venue asli tempat festival dimulai: Anthology Film Archives dan IFC Center,” kata Jamier. Menurutnya, tempat-tempat itu memiliki nuansa yang lebih kasar namun keren, dan penting untuk kembali ke akar festival.

Edisi pertama NYAFF berlangsung selama tujuh hari di Anthology Film Archives pada April 2002, menampilkan film-film dari Jepang dan Korea Selatan. Festival ini didirikan oleh sekelompok kecil penggemar film Asia sebagai respons terhadap penutupan Music Palace, bioskop berbahasa Mandarin terakhir di Chinatown.

Salah satu film paling dinantikan adalah Hope, karya Na Hong-jin yang tayang di Competition Cannes dan diyakini sebagai film termahal Korea Selatan. Film ini akan tayang perdana di Amerika Utara sebagai Centerpiece film di SVA Theatre, dipersembahkan oleh distributor Neon yang dikenal dengan pemenang Palme d'Or.

“Ini mungkin salah satu film terbesar yang pernah kami programkan, berkat Neon,” ujar Jamier. Ia menyebut Hope sebagai tontonan monumental yang mendefinisikan ulang aturan sinema aksi. Na Hong-jin akan hadir memperkenalkan film pada 20 Juli dan menerima Daniel A. Craft Award for Excellence In Action Cinema.

NYAFF juga akan menggelar retrospektif penuh karier Na Hong-jin dengan pemutaran The Chaser (pada 35mm), The Yellow Sea, dan The Wailing. Sementara sutradara Yeon Sang-ho juga menjadi subjek retrospektif yang berfokus pada film zombie-nya, termasuk versi 4K baru dari Train To Busan.

Penonton New York juga akan mendapatkan tayangan perdana film-film box office Asia. Dear You, sleeper hit China yang meraup lebih dari $280 juta, akan menjadi film penutup festival. Sutradara Lan Hongchun dan para pemain dijadwalkan hadir.

Festival ini juga menghadirkan pemutaran internasional Night King (Directors Cut) karya Jack Ng, yang versi aslinya memimpin box office Hong Kong. Cold War 1994 juga akan mendapat pemutaran khusus dengan bintang Daniel Wu yang menerima Best From the East Award.

NYAFF akan menghadirkan lebih dari 50 talenta pembuat film dari seluruh Asia. “Dengan orang-orang yang kini ‘berkencan’ dengan ponsel mereka, kita kehilangan rasa koneksi,” kata Jamier. Ia menekankan pentingnya kehadiran manusia di tengah maraknya AI.

Joan Chen akan menerima Star Asia Lifetime Achievement Award di Gala Night kedua NYAFF. Bintang Colony, Gianna Jun, juga akan dihormati dengan Extraordinary Star Asia Award. Screen International Rising Star Asia Awards diberikan kepada Angela Yeun dan Sara Minami.

Penghargaan Star Asia Award tahun ini diberikan kepada aktor Taiwan Joseph Chang, yang hadir dengan film terbarunya Deep Quiet Room. Ada juga fokus pada pembuat film Hong Kong Andrew Lau, yang menerima sorotan tiga film termasuk The Dumpling Queen dan restorasi 4K Initial D.

Jamier menyoroti peningkatan dukungan keuangan dari perusahaan dan individu untuk edisi besar tahun ini. Karin Chien, produser independen AS yang menjabat direktur pengembangan dan kemitraan strategis NYAFF, memimpin penggalangan dana dan kemitraan institusional.

“Kerugian besar di Amerika adalah tidak banyak dukungan negara,” kata Jamier. Namun, ia menambahkan bahwa hal itu membuat festival kurang bergantung pada kebijakan administrasi saat ini yang tidak ramah terhadap budaya.

Ke depannya, Jamier bercita-cita mendirikan rumah permanen untuk sinema Asia di New York sepanjang tahun. “Festival berusia 25 tahun, dan saya menganggap festival seperti manusia. Saat berusia 25, kamu muda, penuh energi, ide buruk, harapan, dan mimpi. Semoga festival ini hidup selamanya,” tutupnya.

Informasi lebih lanjut tentang Audio Spasial dan Film Prekuel Rambo juga dapat disimak.