Jakarta, Technologue.id – Polytron memasuki usia ke-51 tahun dan merayakannya lewat Polytron Fest 51st Anniversary di Parkir Selatan Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 19–20 September 2026. Festival ini menjadi momen peluncuran kampanye "Bangga Terus Melangkah" bersama grup musik MALIQ & D'Essentials. Perayaan tersebut sekaligus menegaskan posisi Polytron sebagai perusahaan teknologi nasional yang tumbuh bersama keluarga Indonesia.

Perjalanan Polytron dimulai dari Kudus pada 1975 sebagai produsen televisi hitam-putih. Kini perusahaan berkembang menjadi pionir ekosistem teknologi pintar, termasuk lini kendaraan listrik dan laptop. Festival ini menjadi bentuk nyata komitmen Polytron untuk semakin dekat dengan masyarakat.

Sebagai perusahaan teknologi nasional, Polytron memiliki lini produk paling lengkap untuk mendukung siklus keseharian masyarakat. Mulai dari mematikan AC Polytron saat bangun tidur, membuat sarapan dengan oven listrik, hingga berangkat ke kantor menggunakan motor atau mobil listrik. Saat kembali ke rumah, Polytron hadir lewat dispenser air, televisi, dan perangkat speaker.

Di tengah situasi hidup yang penuh tantangan, Polytron memahami bahwa proses bangkit dari dinamika kehidupan menguatkan daya tahan masyarakat. Semangat pantang menyerah itu diwujudkan dalam kampanye "Bangga Karena Terus Melangkah". Kampanye ini menjadi apresiasi untuk setiap usaha yang diambil dengan sepenuh hati, baik di dapur, ruang kelas, hingga pelosok negeri.

Untuk menyuarakan semangat tersebut, Polytron menggandeng MALIQ & D'Essentials dalam proyek music video yang akan segera tayang. Pemilihan grup musik itu didasari kesamaan benang merah berupa sejarah panjang yang membuktikan resiliensi. Keduanya dinilai mampu terus eksis, relevan, dan konsisten menginspirasi lintas generasi.

Melalui kolaborasi ini, Polytron membawa pesan optimisme bahwa setiap langkah kecil yang diambil hari ini adalah alasan untuk dibanggakan. Rasa bangga itu kemudian diteruskan kepada masyarakat luas melalui program sosial. Polytron berkolaborasi dengan Kitabisa.com menginisiasi gerakan "5.100 Langkah Baik".

Masyarakat dapat berpartisipasi dengan cara melakukan repost pada postingan kampanye Polytron di media sosial. Peserta juga diminta menuliskan komentar mengenai alasan 'langkah baik' versi mereka dan membagikannya di Instagram Story. Setiap satu share akan dikonversikan menjadi donasi senilai Rp51.000.

Hasil donasi tersebut akan disalurkan secara transparan menjadi beasiswa pendidikan dan bantuan alat usaha. Sasaran penerimanya adalah rekan-rekan UMKM yang membutuhkan dukungan. Program ini memperlihatkan bahwa perayaan ulang tahun Polytron tidak berhenti pada seremoni semata.

Melengkapi semarak perayaan, Polytron secara resmi meluncurkan lini pendingin udara terbarunya, AC Polytron Neuva Pro. Produk ini hadir dengan fitur Voice Sense yang mempertegas komitmen Polytron sebagai pelopor AC pertama di Indonesia. Fitur deteksi suara tersebut diklaim beroperasi tanpa koneksi internet.

Beroperasi secara offline, alat pendeteksi suara itu memproses perintah operasional tanpa latensi atau gangguan jaringan. Hasilnya, respons yang diberikan jauh lebih cepat dan stabil. Pengguna cukup berbicara ke arah unit dengan instruksi seperti "Hai Polytron", "Nyalakan AC", atau "Suhu Nyaman".

Fitur ini dirancang sebagai solusi praktis bagi gaya hidup modern yang mengutamakan kenyamanan maksimal. Kehadiran AC Neuva Pro melengkapi portofolio produk Polytron yang menyasar kebutuhan rumah tangga. Inovasi ini juga menjadi penanda bahwa Polytron terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Lahir dari keyakinan bahwa bangsa Indonesia mampu menciptakan produk elektroniknya sendiri, Polytron telah berkembang pesat. Perusahaan bertransformasi dari produsen televisi hitam-putih menjadi pionir ekosistem teknologi pintar. Ekosistem itu mencakup lini kendaraan listrik hingga laptop seperti yang tergambar dalam perjalanan produk Polytron.

General Manager Corporate Communications Polytron, Diantika, menyampaikan bahwa Polytron adalah perusahaan elektronik nasional yang selama lebih dari 50 tahun tidak hanya bertahan, tetapi terus bertumbuh. Menurutnya, hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat Indonesia bahwa Polytron paling memahami kebutuhan mereka.

"Melalui strategi 3i—Invention, Innovation, dan Improvement—dengan personalisasi produk yang relevan bagi setiap generasi, kami ingin terus menjadi bagian dari kisah hidup masyarakat Indonesia," ujar Diantika. Strategi itu menjadi fondasi Polytron dalam menjaga relevansi di pasar elektronik Tanah Air.

Diantika menegaskan perayaan ini bukan hanya milik Polytron, tapi milik semua. Melalui festival, kampanye, dan program sosial, Polytron ingin memastikan kisah kebersamaan itu benar-benar hidup dalam bentuk nyata. "Semoga semangat ini terus tumbuh, membawa optimisme, dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih cerah," tutupnya.

Perjalanan panjang Polytron juga tercermin dari lini laptop lokal yang terus dikembangkan, termasuk keluarga Luxia sebagai tambahan pilihan di pasar. Langkah ini memperkuat posisi Polytron di segmen perangkat komputasi nasional. Simak juga spesifikasi lengkap laptop terbaru tersebut.