Jakarta - Platform PC Windows generasi kedua Qualcomm, Snapdragon X2, resmi memasuki pasar ritel. Gelombang pertama ketersediaan dipimpin oleh peritel besar seperti Best Buy yang telah mencantumkan perangkat flagship dari ASUS dan HP. Kehadiran ini menandai pergeseran menuju komputasi berbasis ARM berkinerja tinggi untuk pasar tahun 2026.
ASUS Zenbook A16 kini diposisikan sebagai pesaing utama di segmen laptop tipis-ringan premium. Laptop ini dibanderol dengan harga $1.599 atau setara Rp26 jutaan. Konfigurasi ini menggunakan prosesor Snapdragon X2 Elite Extreme kelas tinggi.
Yang mencolok, konfigurasi ini menyertakan memori RAM berkapasitas 48 GB. Jumlah ini jauh lebih tinggi dari spesifikasi standar untuk Copilot+ PC level pemula. Peningkatan memori ini ditujukan untuk menangani beban kerja yang lebih berat.
Zenbook A16 juga mengintegrasikan panel OLED sentuh berukuran 16 inci. Resolusi layarnya mencapai 2880 x 1800 piksel dengan refresh rate 120 Hz. Kualitas visual yang ditawarkan dijamin sangat tajam dan responsif.
Di balik layar, arsitektur prosesor menampilkan CPU 18-core. Kecepatan puncak prosesor ini mampu mencapai 5.0 GHz. Untuk kinerja kecerdasan buatan, NPU di dalamnya memiliki rating 80 TOPS.
Kemampuan NPU tersebut menargetkan beban kerja berbasis AI yang lebih canggih. Platform Snapdragon X2 memang dirancang dengan fokus kuat pada komputasi AI. Hal ini sejalan dengan tren laptop AI yang semakin marak.
Selain ASUS, HP juga meluncurkan OmniBook Ultra 14. Perangkat ini menggunakan chip Snapdragon X2 Elite standar. Konfigurasi dasarnya dipasangkan dengan RAM 32 GB dan penyimpanan 1 TB.
Harga retail untuk HP OmniBook Ultra 14 ditetapkan pada $2.049. Meski kedua produsen menargetkan kategori Copilot+ PC, harga model ASUS 48GB dinilai sangat kompetitif. Konfigurasi memori tinggi biasanya dibanderol dengan premium harga yang jauh lebih besar.
Platform Snapdragon X2 sendiri diumumkan pada akhir tahun 2025. Platform ini menekankan peningkatan substansial dalam efisiensi daya. Qualcomm mengklaim X2 Elite menawarkan kinerja hingga 31% lebih tinggi pada daya yang sama.
Konsumsi dayanya juga diklaim hingga 43% lebih rendah dibandingkan generasi sebelumnya. Peningkatan efisiensi ini menjadi nilai jual utama untuk perangkat mobile. Platform ini dibagi menjadi beberapa tingkatan performa.
Tier Elite Extreme ditujukan untuk beban kerja berat. Sementara varian Elite tersedia dalam konfigurasi 18-core dan 12-core. Varian Elite ini ditujukan untuk produktivitas mobile yang seimbang.
Halaman ritel untuk kedua laptop ini sudah aktif dan perangkat mulai tersedia untuk diambil. Namun, ulasan resmi dan tolok ukur kinerja dari pihak ketiga masih dinantikan. Publikasi review tersebut menunggu berakhirnya periode embargo yang berlaku.
Kehadiran laptop dengan konfigurasi CPU unik ini memperkaya pilihan konsumen. Persaingan di segmen laptop premium berbasis ARM diprediksi akan semakin ketat. ASUS dan HP menjadi pionir dalam gelombang pertama produk Snapdragon X2 di pasaran.