Jakarta, Technologue.id — LEGO resmi memperkenalkan The Mayor Manor, set perdana dari koleksi terbaru bertema Halloween bernama LEGO Midnight Valley Collection. Set ini diposisikan sebagai padanan kasar dari LEGO Winter Village Collection yang selama ini identik dengan nuansa Natal. Bedanya, Midnight Valley mengusung atmosfer seram khas Halloween, bukan kehangatan musim dingin.

Jika mengikuti jejak pendahulunya, koleksi Midnight Valley kemungkinan besar akan mendapat satu tambahan besar setiap musim gugur. Artinya, desa hantu yang whimsical ini akan tumbuh secara bertahap dari tahun ke tahun. The Mayor Manor sendiri sudah tersedia untuk dibeli sekarang, termasuk melalui Amazon.

Bangunan Terbuka Bergaya Rumah Boneka Klasik

Secara desain, The Mayor Manor bukan bangunan tertutup. Struktur ini terbuka di bagian belakang layaknya rumah boneka klasik, sehingga pembangun bisa mengamati dan menata interior sesuka hati. Set ini dikemas dalam sembilan kantong yang seluruhnya berbahan kertas, bukan plastik.

Peralihan ke kantong kertas merupakan bagian dari inisiatif keberlanjutan LEGO yang berjalan bertahap. Proses itu dimulai sejak 2020 dan makin masif dalam dua tahun terakhir. Ada catatan penting bagi pembangun: pastikan kantong kertas dikocok dan dilipat rata sebelum dibuang.

Pasalnya, kertas tidak selicin dan tidak setransparan plastik, sehingga ada kemungkinan komponen kecil terselip di sisa sobekan. Penulis referensi mengaku mengalami kejadian itu dua kali selama proses membangun set ini. Karena itu, pengecekan ulang sebelum membuang kemasan menjadi langkah yang disarankan.

Estetika Gotik ala Film Tim Burton Era 90-an

Dari sisi visual, desainnya sangat kental dengan nuansa Tim Burton bertemu The Addams Family era 90-an. Terdapat menara tradisional yang dipadukan dengan jendela kaca patri, plus patung gargoyle seram yang bertengger di atap. Daun pohonnya berwarna biru dan hijau yang tidak lazim.

Pilihan warna itu menciptakan kesan rumah sedang dilihat saat senja, bukan di bawah cahaya terang. Interior rumahnya pun tertata apik, dengan perapian yang terhubung secara fungsional ke cerobong asap di eksterior. Detail ini menunjukkan koherensi logis yang rapi antara bagian dalam dan luar bangunan.

Di lantai dua, ada jam kakek dengan pendulum emas dan muka jam yang macet di angka tengah malam. Ada pula rak buku dengan buku-buku yang disisipkan pada kedalaman berbeda, memberi kesan quirky dan whimsical. Bagi yang menikmati merakit bangunan kecil lalu memasukkannya sebagai furnitur ke bangunan besar, set ini menawarkan pengalaman itu.

Fasad Miring yang Membuat Bangunan Tampak Runtuh

Desainer set ini menarik garis pembeda yang jelas antara fasad rumah dan rumah itu sendiri. Rumahnya punya integritas struktural: bangunan dua lantai dengan kamar terdefinisi, lantai rata, dan garis lurus. Namun fasadnya, cara rumah itu tampil ke luar, dibuat miring seolah sedang aktif runtuh.

LEGO mewujudkannya dengan menyematkan dinding dan atap miring ke bangunan utama di bawahnya. Efek visualnya cukup meyakinkan dan bisa membuat orang menoleh dua kali. Karena separuh rumah tampak hancur dan separuh lagi relatif utuh, kita bisa membayangkan bagaimana bentuk rumah itu saat masih lengkap.

Yang menarik, pecahan dinding di satu sisi cocok dengan dinding rusak di sisi lain, seperti puzzle konseptual bertingkat. Pendekatan ini memperkuat narasi bahwa bangunan tersebut sudah sangat tua. Detail ini juga menjelaskan mengapa set ini terasa lebih dari sekadar replika.

Narasi Pohon Intrusif dan Penghuni Berwajah Pucat

LEGO menyampaikan cerita lewat presentasi, terutama di bagian East Wing. Sebuah pohon keras kepala tumbuh ke fondasi rumah, menusuk dinding, dan melilit separuh lantai dua. Ini menyiratkan rumah itu sudah sangat tua, sekaligus bahwa penghuninya tidak peduli atau tidak mampu mencegahnya.

Penghuni tersebut adalah seorang matron berwajah pucat dengan selendang berlapis bulu, plus pelayan dan kepala pelayan yang melayaninya. Muncul pertanyaan menarik: apakah mereka hantu atau undead? Apakah mereka dulu penghuni rumah saat masih hidup, dan sudah berapa lama mereka mondar-mandir di lorong-lorong itu?

Menariknya, mereka tidak terlihat benar-benar tidak bahagia. Roleplay imajinatif bertipe "what-if?" semacam ini dinilai esensial untuk menikmati set yang menyasar pembangun dewasa. Sebab, berbeda dari banyak set 18+ lain, ini bukan replika rumit atau artefak budaya pop, melainkan playset dengan dimensi dan fitur mainan.

Anak-anak punya kemampuan membangun skenario bermain yang rumit, keterampilan yang sering hilang saat kita dewasa. Set LEGO seperti ini memberi orang dewasa izin tersirat untuk menikmati kembali kegembiraan itu. Meski tanpa suspensi disbelief penuh, tetap ada kesenangan dan eskapisme dalam membayangkan kehidupan para minifigure serta menata adegan dramatis untuk dipajang.

Harga dan Ketersediaan

LEGO Mayor Manor hadir dengan nomor set #11383. Set ini dibanderol seharga US$119,99 dan terdiri dari 1.420 komponen. Produk ini sudah bisa dibeli sekarang di Amazon dan LEGO Store.

Sebagai konteks, LEGO adalah mainan klasik, barang koleksi, sekaligus kit kreativitas. Bata LEGO pertama kali dirilis pada 1949 dan memakai konsep LEGO System-in-Play, yang memungkinkan pembangun segala usia membangun dan membangun ulang apa pun yang mereka bayangkan. The LEGO Group sendiri didirikan di Billund, Denmark, pada 1932 oleh Ole Kirk Kristiansen.

Nama LEGO berasal dari dua kata Denmark, LEg GOdt, yang berarti "Play Well". Dalam konteks koleksi Midnight Valley, kehadiran The Mayor Manor menjadi titik awal bagi waralaba tahunan yang layak diikuti. Kolektor yang menantikan tema Halloween serius dari LEGO kini punya alasan untuk mulai menabung sejak sekarang.