Jakarta, Technologue.id — Dua ikon sepak bola Brasil, Neymar Jr dan Vinicius Jr, mendadak menjadi sorotan publik di tanah air mereka. Pusat Perlindungan Konsumen Terpadu Negara Bagian Espirito Santo (CINDEC) melayangkan peringatan tegas kepada kedua megabintang tersebut. Peringatan ini terkait peran mereka dalam mempromosikan platform judi online dan taruhan olahraga di Brasil.
Tak hanya Neymar dan Vinicius, daftar peringatan tersebut juga menyeret nama-nama besar lain di jagat hiburan dan olahraga Brasil. Sejumlah figur ternama ikut masuk dalam radar pengawasan lembaga konsumen itu. Nama-nama tersebut antara lain legenda sepak bola Ronaldo Nazario, komentator kawakan Galvao Bueno, serta mantan pelatih Real Madrid Vanderlei Luxemburgo. Influencer kondang Casimiro Miguel juga tidak luput dari daftar peringatan tersebut.
CINDEC mengisyaratkan bahwa langkah pencegahan ini juga akan diperluas ke para kreator konten lokal lainnya. Langkah yang diambil CINDEC ini belum masuk ke ranah hukum. Lembaga tersebut juga belum menyatakan bahwa kampanye iklan yang dijalani para figur publik itu bersifat ilegal.
Kendati demikian, melalui Rekomendasi Resmi Nomor 01/2026, lembaga konsumen tersebut meminta para influencer dan figur publik untuk mengevaluasi ulang seluruh kontrak iklan. Permintaan itu mencakup pula kontrak sponsor serta affiliate marketing yang mereka jalin dengan perusahaan taruhan. CINDEC menegaskan bahwa para bintang papan atas ini tidak boleh hanya tergiur oleh nilai kontrak fantastis bergelimang uang.
Mereka dituntut untuk secara kritis menilai kebijakan responsible gambling atau bertaruh secara bertanggung jawab. Penilaian itu juga harus mencakup aspek perlindungan terhadap konsumen. Selain itu, kepatuhan penyedia jasa judi terhadap regulasi periklanan di Brasil menjadi poin yang wajib diperhatikan.
Lembaga ini secara khusus mengecam praktik promosi judi yang mengaitkan taruhan dengan gambaran kekayaan, kesuksesan, status sosial, atau kebahagiaan instan. Selain itu, promosi yang hanya memamerkan momen kemenangan tanpa mengedukasi risiko kekalahan turut menjadi sorotan. Praktik promosi yang abai menyertakan peringatan bahaya kecanduan dan kerugian finansial juga menjadi poin utama yang disorot tajam.
Isu judi online memang tengah menjadi perhatian serius di berbagai negara, termasuk Indonesia. Di dalam negeri, transaksi judi online tercatat mencapai angka yang sangat besar. Fenomena serupa juga terjadi di Brasil, di mana para figur publik memiliki pengaruh kuat terhadap perilaku penggemarnya.
Bukan tanpa alasan CINDEC menyasar para pesepak bola top ini. Lembaga tersebut membeberkan riset mengejutkan terkait perilaku konsumen di Brasil. Riset itu mencatat bahwa 57% konsumen yang disurvei mengaku keputusan mereka untuk bertaruh dipengaruhi langsung oleh figur publik atau selebritas favorit mereka. Temuan ini menunjukkan besarnya dampak promosi yang dilakukan para bintang terhadap masyarakat.
Khusus untuk Neymar Jr, CINDEC memberikan batas waktu atau deadline selama 10 hari kerja sejak teguran diterima. Penyerang gaek tersebut diwajibkan memberikan klarifikasi resmi. Klarifikasi itu menyangkut apakah dirinya masih melanjutkan kerja sama dengan salah satu perusahaan taruhan ternama.
Jika kontrak tersebut masih berjalan, pihak Neymar wajib menyerahkan bukti sah. Bukti itu harus menunjukkan bahwa seluruh bentuk kerja sama dan kampanye iklan yang dilakukannya telah mematuhi aturan hukum. Kerja sama tersebut juga harus memenuhi ketentuan pembatasan usia. Selain itu, kampanye iklan wajib menyertakan peringatan risiko secara transparan kepada masyarakat.
Baca Juga:
Langkah CINDEC ini menjadi sinyal bahwa promosi judi online melalui figur publik semakin diawasi ketat. Di Indonesia, pemerintah juga gencar melakukan berbagai upaya pemberantasan. Salah satunya melalui langkah konkret Kemenkominfo dalam memblokir akses situs judi online.
Selain pemblokiran, pendekatan lain juga dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak. Kementerian Komunikasi dan Informatika pernah menyatakan bahwa siapapun bisa jadi duta anti judi online. Pernyataan ini menegaskan bahwa pemberantasan judi online membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat.
Kasus di Brasil ini menunjukkan bahwa pengaruh selebritas dalam industri judi online menjadi perhatian global. Para figur publik diminta lebih bertanggung jawab dalam memilih kerja sama komersial. Mereka juga didorong untuk mempertimbangkan dampak sosial dari promosi yang dilakukan terhadap penggemar dan masyarakat luas.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Neymar Jr maupun Vinicius Jr terkait teguran tersebut. Publik menantikan respons kedua bintang tersebut atas permintaan klarifikasi dari CINDEC. Perkembangan kasus ini akan menjadi perhatian, terutama terkait bagaimana otoritas Brasil menegakkan aturan promosi judi online di negaranya.
[ META_DESCRIPTION] Neymar Jr dan Vinicius Jr ditegur otoritas Brasil CINDEC soal promosi judi online. CINDEC minta klarifikasi kontrak iklan dalam 10 hari kerja.